Cegah perdagangan ilegal, Singapura hancurkan 9 ton gading gajah

antaranews.com Diupdate 15.45, 11/08 • Dipublikasikan 15.45, 11/08 • Yashinta Difa Pramudyani
Cegah perdagangan ilegal, Singapura hancurkan 9 ton gading gajah
Ilustrasi. Buldoser menghancurkan gading gajah hasil sitaan di Pusat Taman dan Satwa di Kota Quezon, Metro Manila, Filipina, Jumat (21/6/2013). Menurut pernyataan dari Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam, pemerintah Filipina menghancurkan setidaknya lima ton gading gajah selundupan, menjadikannya negara pertama di Asia yang melakukan penghancuran gading besar-besaran sebagai dukungan bagi usaha pemerintah memberantas perdagangan satwa liar ilegal. (ANTARA/REUTERS/Erik De Castro/TM)

Pemerintah Singapura pada Selasa mulai menghancurkan sembilan ton gading gajah, langkah yang disebut pihak berwenang sebagai peristiwa terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir ini.

Penghancuran berton-ton gading itu juga dan menandakan perjuangan negara pulau itu dalam melawan perdagangan ilegal satwa liar.

Negara yang menjadi titik jalur pelayaran dalam pengiriman produk hewan terlarang antara Afrika dan Asia itu menghancurkan gading senilai 18 juta dolar Singapura (sekitar Rp193,2 miliar), termasuk rekor 8,8 ton gading sitaan tahun lalu yang dikatakan otoritas berasal dari 300 gajah.

Dalam acara yang disiarkan secara daring, para pekerja dengan mengenakan helm terlihat sedang mengosongkan troli berisi gading ke sebuah tempat pembuangan, tempat gading-gading itu kemudian diremukkan dengan alat penghancur batu industri.

Proses penghancuran mungkin memakan waktu beberapa hari dan pecahannya kemudian akan dibakar.

"Penghancuran akan mencegah gading masuk kembali ke pasar dan akan mengganggu rantai pasokan global gading yang diperdagangkan secara ilegal," kata Dewan Taman Nasional tentang penghancuran tersebut, yang diadakan menjelang Hari Gajah Sedunia.

Diperkirakan 100 gajah Afrika dibunuh setiap hari oleh pemburu yang mencari gading, daging, dan bagian tubuh hewan itu. Perburuan menjadikan jumlah gajah yang tersisa hanya 400.000 ekor, menurut perkiraan ahli lingkungan.

Sebagian besar permintaan gading berasal dari negara-negara Asia, seperti China dan Vietnam, tempat gading tersebut diubah menjadi perhiasan dan ornamen.

Selain mengambil sikap keras terhadap produk transit, Singapura mengatakan tahun lalu akan melarang perdagangan gading di dalam negeri mulai September 2021.

"Perburuan gajah berada pada level krisis di Asia dan Afrika karena perdagangan ilegal," kata CEO World Wide Fund for Nature Singapura R Raghunathan.

Raghunathan mengatakan penghancuran gading dan inisiatif-inisiatif lainnya yang dijalankan negara kota itu menggarisbawahi tekad untuk "membasmi pengiriman ilegal produk satwa liar melalui Singapura".

Negara tetangganya, Malaysia, menghancurkan 9,55 ton gading gajah yang disita pada 2016.

Sumber: Reuters

Polda Riau Tangkap Delapan Pemburu Gading Gajah

Artikel Asli