Catatan Pelatih Ganda Putra untuk Kevin / Marcus yang Selalu Dihantui Endo / Watanabe

Bola.com Diupdate 01.15, 16/12/2019 • Dipublikasikan 01.15, 16/12/2019 • Wiwig Prayugi
Kevin Sanjaya/Marcus Gideon
Aksi Kevin/Marcus saat bertanding di semifinal BWF World Tour Finals 2019. (Dok. PBSI)

 

Bola.com, Guangzhou - Pelatih kepala ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi, memberikan catatan kepada Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang gagal meraih gelar pada BWF World Tour Finals 2019.

Kevin/Marcus terhenti di semifinal setelah kalah dari pasangan Jepang yang kerap menyulitkan mereka, Hiroyuko Endo/Yuta Watanabe.  The Minions harus tersingkir di babak semifinal setelah menelan kekelahan 11-21, 21-15 dan 10-21 dari Endo/Watanabe.

“Penampilan Kevin/Marcus kurang maksimal. Seharusnya tidak seperti itu hasilnya. Biasanya mereka lebih agresif, lebih semangat dan lebih smart. Tapi sayangnya di babak semifinal kemarin, permainan mereka tidak keluar,” ungkapnya.

“Dengan dua kali kekalahan dari Endo/Watanabe di turnamen ini menurut saya penampilan Kevin/Marcus masih belum yang terbaik. Artinya mereka masih ada kelemahannya yang harus segera diperbaiki. Jadi ke depannya harus dikurangi kelemahan-kelemahannya dan itu jadi PR khusus buat saya sebagai pelatih mereka supaya bisa lebih baik lagi,” kata Herry menjelaskan.

Herry akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Kevin/Marcus terkait kendala apa yang mereka rasakan di lapangan saat berhadapan dengan Endo/Watanabe.

Setelah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi gagal, Indonesia masih punya Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang akhirnya meraih juara dengan mengalahkan Endo/Watanabe.

Kalah dalam 4 Pertemuan Terakhir

Aksi Kevin/Marcus saat bertanding di semifinal BWF World Tour Finals 2019. (Dok. PBSI)

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon punya catatan buruk ketika bersua Endo/Watanabe. Pasangan Jepang peringkat ke-6 dunia itu bak hantu yang terus membayangi Minions.

Dari enam pertemuan, Kevin/Marcus hanya menang dua kali. Sementara, dalam empat pertemuan terakhir, mereka kalah.

“Evaluasi untuk Kevin/Marcus, khususnya untuk menghadapi Endo/Watanabe ini memang harus betul-betul didiskusikan bersama. Kami harus sama-sama cari solusi terbaik, baik dari pola maupun strategi yang tepat untuk melawan mereka. Karena memang sedikit berbeda cara bermain Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan,” tuturnya.

 

Sumber: PBSI

Artikel Asli