Catatan Kami Setelah Mencoba Tol Layang Jakarta-Cikampek

kumparan Dipublikasikan 02.57, 12/12/2019 • Gesit Prayogi
Suasana jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) di Bekasi, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Tol Layang Jakarta-Cikampek bakal menjadi solusi bagi pengendara yang ingin bepergian ke arah timur Pulau Jawa. Infrastruktur yang dibangun sejak tahun 2017 ini mulai bisa dinikmati pada musim liburan Natal dan Tahun Baru 2020.

kumparan pun telah mencoba tol layang terpanjang di Indonesia ini. Berikut adalah catatan kami setelah mencoba Tol Layang Jakarta-Cikampek:

3 Akses Masuk ke Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek

Tol Layang Jakarta-Cikampek ini membentang sepanjang 36,4 kilometer dari Simpang Susun Cikunir KM 9+500 hingga Karawang Timur KM 47+500.

Tol Layang Jakarta-Cikampek bisa diakses melalui Simpang Susun Cikunir di KM 9+500 Foto: kumparan

Bagi Anda yang ingin memanfaatkan fasilitas ini di libur Natal dan Tahun Baru 2020, Tol Layang Jakarta-Cikampek ini bisa diakses melalui tiga ruas tol yang ada di Jakarta: Dalam Kota, JORR dari arah Pondok Indah dan Cilincing di Simpang Susun Cikunir.

Kendaraan dari arah Pondok Indah dan Cilincing akan bertemu melalui interchange sementara dari Tol Dalam Kota ada akses untuk naik ke Tol Layang Jakarta-Cikampek.

Kondisi Jalan

Menggunakan Wuling Cortez Turbo 1.5L, tol layang ini dilapisi aspal yang membuatnya nyaman dilewati. Sambungan beton pun cukup rata.

Wuling Cortez 1.5L Turbo Foto: kumparan

Tol layang ini memiliki dua lajur. Selama libur Natal dan Tahun Baru 2020, masih diperuntukkan untuk kendaraan Golongan I. Fasilitas pendukung jalan seperti rambu dan penerangan jalan sudan terpasang 100 persen.

Sejumlah kendaraan petugas jalan tol melintas di area pengerjaan perbaikan sisi sambung jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), di Bekasi, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Pengendara yang menggunakan Jalan Tol Layang harus benar-benar menjaga kecepatan sesuai dengan rekomendasi. Berdasarkan rambu-rambu yang terpasang, kecepatan minimum berada di angka 60 km/jam dan maksimum 80 km/jam.

Desain bergelombang

Ada yang menarik ketika kami mencoba Tol Layang Jakarta-Cikampek. Struktur dari jalan seolah bergelombang. Faiza Riani, Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero), mengatakan tidak ada pertimbangan khusus terkait bentuk tersebut.

Tol Layang Jakarta-Cikampek memiliki desain bergelombang. Foto: kumparan

“Hanya secara desain, untuk di lokasi Overpass dan JPO, konstruksi ditinggikan agar mendapat clearance dari OP dan JPO dimaksud, sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Faiza kepada kumparan.

Desain bergelombang ini tentu membuat kontur jalan ada yang menanjak dan menurun. Pengendara tentu perlu memperhatikan kecepatan.

Dipantau CCTV dan ETLE

Agar pengendara tertib, Jasa Marga bekerjasama dengan pihak kepolisian memberlakukan ETLE (electronic traffic law enforcement). Setidaknya ada 113 titik CCTV yang terpasang sepanjang ruas Tol Layang Jakarta-Cikampek.

Tak memiliki akses rest area dan pintu exit

Tol Layang Jakarta-Cikampek memang menjadi formulasi bagi pengendara jarak jauh. Sehingga, ketika Anda memanfaatkan jalan tol ini tak akan menemukan adanya akses menuju rest area maupun pintu keluar di sepanjang KM 9+500 hingga KM 47+500.

Tol Layang Jakarta-Cikampek siap dioperasikan untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2020. Foto: kumparan

Artinya, pengendara wajib memastikan kondisi kendaraan termasuk bahan bakar dan uang elektronik cukup.

Waktu tempuh

Bila pengendara melaju secara konstan pada kecepatan 80 km/jam, dia hanya perlu waktu sekira 27 menit untuk tiba di Karawang Timur dari Simpang Susun Cikunir.

Masih gratis

Selama musim libur Natal dan Tahun Baru 2020, Tol Layang Jakarta-Cikampek ini bisa dilalui secara gratis. Jasa Marga sendiri masih mengkaji soal besaran tarif. Pembayaran sendiri nantinya akan dilakukan menjelang exit Tol Layang Jakarta-Cikampek, baik yang ke arah timur maupun barat.

Artikel Asli