Cari Jamur di Kebun, 4 Remaja Kaget Temukan Kerangka Manusia Berserakan

iNews.id Dipublikasikan 13.35, 07/08/2020 • Asdar Lantoro
Warga dan polisi mengevakuasi kerangka manusia yang ditemukan di areal perkebunan di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (7/8/2020). (Foto: iNews/Asdar Lantoro)
Warga dan polisi mengevakuasi kerangka manusia yang ditemukan di areal perkebunan di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (7/8/2020). (Foto: iNews/Asdar Lantoro)

KOLAKA TIMUR, iNews.id – Penemuan kerangka manusia yang berserakan di areal perkebunan menggegerkan warga Kelurahan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (7/8/2020). Kerangka manusia tersebut pertama kali dilaporkan oleh empat orang remaja yang mencari jamur.

Menurut keterangan warga Kelurahan Ladongi, penemuan kerangka manusia tersebut berawal saat empat orang remaja hendak mencari jamur di sekitar areal perkebunan. Mereka pun kaget karena malah menemukan tulang-belulang yang berserakan di sekitar perkebunan. Sementara tengkorak kepala ditemukan sekitar 30 meter dari lokasi penemuan awal.

Kerangka yang ditemukan diketahui jasad dari almarhum Bio Pelor (BP) yang hampir sebulan dicari karena tidak pernah pulang ke rumahnya. Ini diperkuat dengan pakaian BP yang ditemukan di sekitar lokasi sehingga identitas korban dengan mudah diketahui.

Warga bersama pihak keluarga langsung melaporkan penemuan kerangka manusia tersebut ke Polsek Ladongi. Sejumlah personel Polsek Ladongi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi di sekitar lokasi penemuan tulang belulang manusia.

“Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui mengidap gangguan jiwa. Korban juga dikabarkan sempat menghilang selama 21 hari. Informasi dari keluarga, korban meninggalkan rumah pada bulan Juli 2020,” kata Paur Humas Polres Kolaka Bripka Riswandi.

Selanjutnya pihak kepolisian membawa kerangka manusia tersebut untuk diautopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolaka Timur. Selanjutnya jasad tersebut diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. “Dari hasil autopsi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban sehingga jasad tersebut telah diserahkan kepada keluarga,” kata Bripka Riswandi.

Artikel Asli