Cara Naima, Wanita Nikah Kilat 12 Hari Atasi Trauma Ditinggal Suami

Haibunda Dipublikasikan 04.59, 26/01 • Asri Ediyati

Belakangan ini telah viral di media sosial Twitter, cerita wanita yang menikah kilat 12 hari. Wanita asal Batu, Malang tersebut diketahui masih berusia 23 tahun. Wanita tersebut bernama Naima Maheswari, ia sengaja tak menyembunyikan identitasnya.

Naima sebelumnya menikah dengan suaminya pada 13 Desember 2019. Namun, sebelum dan setelah menikah, ada perasaan mengganjal. Ini karena ada beberapa konflik keluarga yang ia hadapi. Perasaan tak enak Naima akhirnya terjawab pada hari ke-12, ia ditinggal suaminya tanpa alasan jelas.

Tepat hari itu, tanggal 25 Desember hati Naima merasa hancur, juga kedua orang tuanya. Ia masih ingat betul, suasana rumahnya langsung berubah.

"Kalau pas hari itu sih enggak ada yang memberikan semangat, soalnya orang tua sendiri juga down. Suasana rumah enggak enak, semuanya diem-dieman," ujar perempuan yang akrab disapa Nay, saat ngobrol dengan Haibunda.

Nay cerita, selama empat hari ia dan orang tuanya saling diam. Sesekali Nay mendengar suara tangis ibunda. Namun, setelahnya sang ayah datang ke kamar dan menguatkan hatinya.

"Ayah sih ke kamar, minta lupain semuanya, mencoba bangkit," tuturnya.

Satu hal lagi yang bikin Nay makin trauma yaitu ketika kabar tersebut sudah tersebar di masyarakat di kampungnya.

"Awalnya sih enggak tahu kalau udah tersebar di kampung sini, kok orang-orang lihatnya gitu. aku tanya teman, kok gitu ternyata emang sudah tersebar," ujar Nay.

"Waktu aku pulang, ada kerja bakti di kampung tapi begitu aku datang orang-orang langsung pandang aneh, wah nih anak, bukan pandangan iba tapi lebih ke ngejudge, sejak hari itu enggak mau lagi keluar," sambungnya.

Sementara itu, hari demi hari banyak keluarga yang mengunjungi Nay. "Keluarga yang deket banget masih tanyain, 'Gimana kamu sudah bisa ikhlas belum', ya kan kalau ditanya kayak gitu enggak bisa jawab. Pikirannya kan enggak di tempat," katanya.

Teman-teman terdekatnya juga datang menghibur. Terlebih teman-temannya yang sudah tahu ceritanya sejak awal. Sampai akhir, Nay memberanikan diri untuk menulis ceritanya lewat Twitter.

"Awalnya cuma pengen sharing, pengen dapat support dari teman-teman supaya agak enteng, enggak sendiri. Ternyata dapat teman sebesar itu, bisa survived, bisa brave lagi, bisa memulai aktivitas," kata Nay.

"Aku juga perbanyak ibadah, me time sama keluarga, saling nguatin, saling ngobrol, cuma ngobrol di luar masalah itu," tutup Nay.

Artikel Asli