Cara Mengurus BPJS Ketenagakerjaan Saat Resign

LINE JOBS Dipublikasikan 09.23, 16/09/2019 • Qerja

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan merupakan badan hukum publik yang bertugas melindungi seluruh pekerja untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu. Program jaminan sosial ketenagakerjaan yang disiapkan BPJS Ketenagakerjaan yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun. BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan jaminan tersebut dengan menggunakan mekanisme asuransi sosial.

Berdasarkan definisi tersebut, kita dapat mengetahui betapa besar manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, risiko sosial ekonomi tidak akan mengganggu kesejahteraan pekerja secara drastis.

Makanya, seluruh pekerja di Indonesia wajib menjadi peserta program ini. Untuk itu, perusahaan tempat kita bekerja akan mengurus semua keperluan, mulai dari pendaftaran kepesertaan hingga pemotongan iuran bulanan.

Lalu, bagaimana status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ketika kita resign dari perusahaan? Ada beberapa kondisi yang mungkin terjadi saat kita mengundurkan diri dari perusahaan. Pertama, kita berhenti lalu pindah ke perusahaan lain.

Kedua, kita berhenti kerja dan tidak menjadi karyawan lagi atau berwirausaha. Ketiga, ketika kita resign dan tidak bekerja lagi karena ingin menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya atau dengan alasan lain. Berikut cara mengurus BPJS Ketenagakerjaan saat resign berdasarkan ketiga kondisi yang telah disebutkan.

Mutasi BPJS Ketenagakerjaan Jika Pindah Kerja

Berdasarkan kebijakan pemerintah, seluruh pekerja di Indonesia wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Artinya, semua perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 10 orang dan membayar upah paling sedikit Rp 1 juta sebulan, semestinya sudah mengakses layanan BPJS. Jadi, ke mana pun Anda pindah setelah resign, maka akan tetap menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Biasanya, proses mutasi BPJS Ketenagakerjaan akan diurus oleh perusahaan yang baru. Anda hanya perlu melakukan pembaruan data akibat pindah kerja.

 

Mengurus BPJS Ketenagakerjaan Mandiri

Jika Anda resign untuk menjadi wirausaha atau tidak bekerja lagi di perusahaan mana pun, maka sebaiknya tetap mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan. Anda bisa mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan mandiri.

Beberapa syarat yang harus disiapkan untuk mendaftar program BPJS Ketenagakerjaan mandiri yaitu surat referensi kerja yang sudah disiapkan oleh perusahaan. Surat tersebut berisi pernyataan kebenaran Anda pernah bekerja selama sekian tahun di perusahaan, alamat, dan sebagainya.

Selain itu, Anda juga perlu menyiapkan pas foto 3×4 sebanyak dua lembar, serta berkas asli dan fotokopi KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Kartu BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya.

Setlah semua berkas lengkap, Anda bisa mendatangangi kantor pelayanan BPJS, mengisi formulir perubahan kepesertaan, dan mendaftar sebagai peserta mandiri. Jika memiliki tunggakan karena sudah lama resign, tidak bekerja lagi, dan tidak langsung mengurus BPJS, maka Anda bisa melunasinya dulu. Kemudian, Anda baru bisa beralih ke BPJS mandiri dan memillih kelas untuk menentukan besaran iuran.

 

Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan

Sebagian orang memilih resign dan tidak bekerja sama sekali karena ingin menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya, atau alasan keluarga dan pribadi lainnya. Pada saat ini, Anda merasa tidak memerlukan BPJS Ketenagakerjaan dan ingin mencairkan Jaminan Hari Tua.

JHT memang bisa dicairkan hingga 100 persen tanpa harus menunggu kepesertaan hingga 10 tahun. Untuk itu, Anda harus meminta perusahaan menonaktifkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan saat mengundurkan diri.

Permintaan penonaktifan penting demi kelancaran pencairan JHT. Apabila Anda masih aktif menjadi peserta, sementara perusahaan tidak lagi membayarkan iuran, maka akan timbul tunggakan.

Selain itu, Anda mesti memerhatikan beberapa hal lain yang bisa menjadi kendala pencairan JHT, seperti kesalahan data di KTP, KK, buku tabungan, dan kartu BPJS. Kalau kartu BPJS hilang, Anda harus mencari tahu nomor kartu BPJS dari perusahaan atau kantor BPJS, dan mengurus surat kehilangan dari kepolisian terlebih dulu.

Dengan memahami tata cara pengurusan BPJS Ketenagakerjaan saat resign, semoga Anda bisa menikmati layanan pemerintah dengan optimal. Jika Anda masih aktif bekerja, sebaiknya meneruskan program ini untuk mengatasi risiko ekonomi sosial yang mungkin terjadi di masa depan.–Qerja

Artikel Asli