Cara Mengobati Benjolan di Leher Anak Berdasarkan Penyebabnya

SehatQ Dipublikasikan 11.30, 11/08 • Dina Rahmawati
Cara Mengobati Benjolan di Leher Anak Berdasarkan Penyebabnya
Pembengkakan kelenjar getah bening bisa menyebabkan benjolan di leher anak

Ketika menemukan adanya benjolan di leher anak, orangtua tentu merasa khawatir. Benjolan merupakan pertumbuhan jaringan yang dapat diakibatkan oleh berbagai penyebab, mulai dari kondisi medis yang ringan hingga yang berat.

Benjolan pada leher anak juga bisa disertai gejala lain, seperti nyeri, bengkak, kemerahan, sakit tenggorokan, demam, dan lainnya. Cara mengobati benjolan di leher anak pun dilakukan bergantung pada penyebabnya. Lantas, bagaimanakah?

Cara mengobati benjolan di leher anak

Adanya benjolan di leher kerap terjadi pada anak-anak. Ini dapat merupakan pembengkakan sementara kelenjar getah bening hingga pertumbuhan massa abnormal yang memerlukan perhatian medis. Adapun cara mengobati benjolan di leher anak berdasarkan penyebabnya, yaitu:

1. Limfadenopati

Limfadenopati adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang menandakan adanya infeksi pada tubuh.Terdapat 200-300 kelenjar getah bening di belakang hidung, tenggorokan, dan leher yang dapat membantu melawan infeksi.

Ketika tubuh anak sedang melawan infeksi virus atau bakteri, misalnya flu, radang tenggorokan, atau gondongan, maka kelenjar getah bening bisa mengalami pembengkakan hingga menimbulkan benjolan di leher. Benjolan tersebut dapat terasa nyeri maupun tidak. Selain itu, bisa juga disertai gejala lain seperti batuk, pilek, lemas, demam, dan berkeringat.

Umumnya, pembengkakan kelenjar getah bening dapat menghilang sendiri seiring dengan pulihnya infeksi. Akan tetapi, obat-obatan seperti antibiotik mungkin diperlukan untuk mengobati infeksi. Apabila obat tak memberi hasil, maka sayatan bedah dan drainase dapat dilakukan oleh dokter untuk menghilangkan benjolan.

2. Kista bawaan

Anak-anak dapat memiliki kista bawaan (kantung berisi cairan) di lehernya. Kista ini terbentuk sebelum kelahiran dan bisa tumbuh lebih besar dari waktu ke waktu. Umumnya, kista tidak bersifat kanker namun dapat menyebabkan infeksi berulang. 

Kista saluran trilogossal merupakan jenis kista leher bawaan yang paling umum. Biasanya terletak di bagian depan leher. Dalam kebanyakan kasus, biopsi dan pembedahan diperlukan untuk mengangkat kista.

3.Deep hemangioma

Terkadang benjolan di leher anak juga adalah jenis tanda lahir yang disebut hemangioma (pertumbuhan pembuluh darah di bawah kulit). Benjolan ini mungkin terlihat ketika bayi dilahirkan dan membesar dengan cepat pada tahun pertama kehidupannya. Deep hemangioma lebih terasa kenyal daripada kista, dan kulit yang terkena nampak kemerahan. 

Benjolan tersebut biasanya hilang saat anak mencapai usia sekolah. Akan tetapi, dokter dapat merekomendasikan perawatan dengan penghambat beta, kortikosteroid, atau vincristinejika menyebabkan gejala lain.

4. Tortikolis pseudotumor

Sebagian bayi dengan tortikolis (gangguan otot leher yang menyebabkan kepala miring) dapat mengembangkan pseudotumor pada otot besar yang menghubungkan kepala, leher, dan tulang dada. Seringkali, benjolan ini terbuat dari jaringan parut di mana otot terluka dalam rahim atau selama persalinan. 

Biasanya, kondisi ini nampak pada 8 minggu pertama setelah kelahiran. Sementara, dalam pengobatannya, dokter dapat memberi rujukan untuk terapi fisik yang meliputi gentle heat, pijatan, dan peregangan pasif.

5. Kanker

Pada kasus yang jarang, benjolan di leher anak juga bisa merupakan tanda kanker. Jenis kanker pada leher di masa kanak-kanak yang paling umum, yaitu limfoma, neuroblastoma, sarkoma, atau tumor tiroid. Benjolan ganas tersebut tentu berbahaya dan memerlukan perawatan medis dengan segera. Pembedahan, kemoterapi, atau radiasi mungkin perlu dilakukan untuk menghilangkan sel kanker yang ada.

Jika setelah 3 minggu benjolan di leher anak tak juga membaik atau benjolan keras dan tak berpindah, berukuran besar lebih dari 4 cm, bertambah banyak, serta disertai demam, keringat dingin, dan mengalami penurunan berat badan, sebaiknya segera periksakan anak ke dokter spesialis anak.

Dokter akan melakukan diagnosis, dan menentukan penanganan yang tepat untuk anak Anda. Di sisi lain, pastikan anak beristirahat dengan cukup, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan minum lebih banyak air putih.

Artikel Asli