Cara Ampuh Hilangkan Bau Kamar Mandi

Kompas.com Dipublikasikan 12.00, 26/01/2020 • Rosiana Haryanti
Shutterstock
Ilustrasi kamar mandi dengan tirai terlalu panjang.

KOMPAS.com - Aroma tidak sedap yang timbul dari kamar mandi kerap dikeluhkan pemilik rumah. Hal pertama yang sebaiknya Anda lakukan adalah mengetahui asal bau di kamar mandi.

Ada beberapa faktor penyebab yakni aroma kain yang telah lama direndam, saluran air yang lama tidak dibersihkan, kloset tidak diguyur dengan sempurna, atau kotoran hewan peliharaan yang belum Anda bersihkan.

Baca juga: Tren Kamar Mandi Bernuansa Hitam, Begini 3 Cara Menerapkannya

Bersihkan kamar mandi Anda setidaknya seminggu sekali, dengan pembersihan yang lebih menyeluruh setiap satu atau dua bulan.

Jika setelah dibersihkan, bau yang timbul tidak segera hilang, Anda bisa mencoba menerapkan beberapa cara ini:

1. Baking soda

Pembersih alami seperti baking soda selain murah ternyata relatif aman untuk membersihkan ruangan dan menghilangkan bau tidak sedap.

Gunakan juga campuran dasar baking soda untuk membersihkan berbagai permukaan kamar mandi.

Cukup campurkan satu cangkir cuka dan setengah cangkir baking soda lalu gosok pada permukaan kamar mandi.

2. Kopi

Ternyata, kopi juga dapat megusir bau tak sedap. Jika WC Anda berbau tidak sedap, padahal sudah Anda mengguyurnya dengan sempurna, cobalah menuangkan ampas kopi ke dalam lubang WC dan sekitarnya. Bahan ini dapat menyerap bau yang timbul di kamar mandi.

Lalu masukkan kopi giling atau kopi bubuk pada kain, lalu gantungkan pada ruangan kamar mandi. Cara lainnya adalah dengan meletakkan bungkusan kopi pada kamar mandi atau laci.

Selain ampas, biji dan serbuk kopi juga dapat menghilangkan bau di ruangan lain. Letakkan satu mangkuk kecil kopi pada lemari es guna mecegah munculnya bau tak sedap.

3. Larutan air kapur dan sirih

Campurkan air kapur dan sirih dan gunakan untuk membersihkan kamar mandi. Larutan ini berfungsi untuk menghilangkan kotoran hewan peliharaan seperti kucing.

4. Aroma jeruk

Aroma yang berasal dari jeruk ampuh menghilangkan bau. Jika Anda menyukai aroma alami jeruk, keringkan kulit dengan cara dianginkan selama beberapa hari.

Jika kulit jeruk sudah mengering, campurkan dengan essence jeruk manis dan simpan dalam kantung plastik selama 1 hingga 2 minggu.

Baca juga: 4 Faktor yang Harus Diperhatikan Saat Merenovasi Kamar Mandi

Kemudian pindahkan campuran tersebut ke dalam wadah terbuka dan gunakan sebagai pengharum ruangan.

Tak hanya kulit jeruk, Anda juga bisa membeli wewangian yang biasa dijual di pasar atau supermarket.

5. Ventilasi

Semua kamar mandi memerlukan ventilasi atau saluran udara yang baik. Bau yang muncul di kamar mandi bisa jadi karena kurangnya saluran udara di ruangan Anda.

Pertimbangkan untuk menambah ventilasi atau menambahkan kipas ventilasi khusus agar baru yang ada bisa langsung keluar dari kamar mandi.

Saluran udara yang bai juga berfungsi menjaga kamar mandi agar tidak lembab dan menjadi tempat tumbuhnya jamur.

6. Jaga handuk tetap bersih dan kering

Salah satu penyebab bau timbul di kamar mandi adalah dari handuk basah. Ketika handuk tidak cukup kering untuk digantungkan di kamar mandi, bakteri dan jamur mulai tumbuh dan menyebabkan bau tidak sedap muncul.

Terlebih, jika handuk tidak dicuci selama beberapa saat, maka dapat mempercepat pertumbuhan jamur.

Untuk itu, gantungkan handuk sampai kering di tempat dengan aliran udara yang baik setiap selesai digunakan.

Selain itu, cuci handuk setidaknya seminggu sekali dan gunakan pemutih atau air panas untuk membunuh kuman yang masuk ke dalam kain.

7. Nyalakan lilin

Panas yang timbul pada lilin dapat menyerap bau dan menetralkan aroma kamar mandi. Perlu diingat, Anda tidak perlu membeli lilin beraroma khusus untuk cara ini.

Karena lilin tanpa aroma bekerja sama baiknya dengan lilin wangi.

Lilin mudah ditempatkan sebagai hiasan kecil di kamar mandi. Siapkan korek api sehingga Anda bisa menyalakannya kapan pun.

Namun ingat, jangan pernah meninggalkan lilin dalam keadaan menyala setiap Anda selesai menggunakan kamar mandi dan jangan pernah meninggalkan lilin tanpa pengawasan.

 

Penulis: Rosiana HaryantiEditor: Hilda B Alexander

Artikel Asli