Calon taruna Akpol positif Covid-19, Polri: Kami kehilangan peserta terbaik

Alinea.id Dipublikasikan 14.17, 08/08/2020 • Fathor Rasi
Calon taruna Akpol positif Covid-19, Polri: Kami kehilangan peserta terbaik
Penerimaan calon anggota Polri di masa pandemi Covid-19 mengedepankan protokol kesehatan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan ihwal polemik calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2020 yang gagal berangkat atau lolos lantaran dinyatakan positif Covid-19. Argo menekankan, penerimaan calon anggota Polri seperti taruna/taruni Akademi Kepolisian (Akpol) di masa pandemi Covid-19 harus mengedepankan protokol kesehatan.

“Panitia seleksi sebelum pelaksaan tes dilakukan penyumpahan, dan panitia seleksi bidang kesehatan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di setiap perwakilan daerah,” kata Argo dalam keterangan tertulis kepada Alinea.id, Sabtu (8/8).

Oleh karena itu, sambung Argo, seleksi taruna/taruni Akpol di masa pandemi Covid-19 ini selain akan dinilai kesehatan, jasmani, psikologi dan akademiknya, seluruh peserta calon taruna/taruni Akpol 2020 juga harus dinyatakan bebas dari paparan virus corona atau Covid-19. 

“Peserta harus bebas Covid-19 yang dinyatakan dengan hasil swab oleh gugus tugas dan RS Bhayangkara serta IDI,” tekan Argo.

Jenderal bintang dua ini mengatakan, Polri merasa kehilangan calon taruni Akademi Kepolisian (Akpol) 2020 terbaik lantaran dinyatakan positif Covid-19. Padahal, lanjut Argo, calon taruni yang dinyatakan positif itu mendapat rangking teratas di bidang akademik.

Polri, ujar Argo, juga mendoakan dan membuka peluang selebar-lebarnya bagi yang bersangkutan untuk mencoba kembali pada pembukaan Akpol di tahun yang akan datang.

“Polri merasa kehilangan peserta terbaik seleksi untuk menjadi Polisi. Namun tidak bisa dipungkiri karena salah satu syarat utama adalah bebas Covid-19,” terang Argo.

Dia menambahkan, kasus gagal calon taruna/taruni Akpol tidak hanya terjadi Polda di Kepulauan Riau melainkan juga terdapat di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Timur.

“Juga ada yang dipulangkan karena hasil swab positif. Kalau tetap dipaksakan diberangkatkan seleksi di pusat, dikhawatirkan akan mempengaruhi peseta yang lain untuk tertular Covid-19,” pungkas Argo.

Artikel Asli