Calon Taruni Gagal Lolos Akpol karena Covid-19 Ini Kata Polri

Media Indonesia Dipublikasikan 15.34, 08/08/2020 • http://mediaindonesia.com/
Perwira Akpol merayakan kelulusan pada 2019

KEPALA Divisi Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono menanggapi kabar mengenai calon taruni Akademi Kepolisian (Akpol) yang gagal lolos karena dinyatakan positif covid-19. Kejadian tersebut menimpa salah satu calon taruni di Kepulauan Riau.

Menurut Argo, seleksi penerimaan calon anggota Polri saat ini mengedepankan protokol kesehatan. Selain penilaian kesehatan jasmani, psikologi, maupun akademik, setiap peserta juga harus dinyatakan bebas dari covid-19.

Dalam hal ini, Korps Bhayangkara menggandeng pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di setiap perwakilan daerah.

"Peserta harus bebas covid-19 yang dinyatakan dengan hasil swab oleh gugus tugas dan RS Bhayangkara serta IDI," kata Argo melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/8).

"Kalau tetap dipaksakan diberangkatkan seleksi di Pusat, dikhawatirkan akan mempengaruhi peseta yang lain untuk tertular covid-19,” sambungnya.

Argo menyebut pihaknya kehilangan calon taruni Akpol terbaik karena dinyatakan positif covid-19. Menurutnya, calon taruni tersebut mendapat peringkat teratas di bidang akademis. Mantan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya itu berharap agar calon taruni tersebut mencoba lagi pada seleksi Akpol di tahun mendatang.

"Polri merasa kehilangan peserta terbaik seleksi untuk menjadi polisi. Namun tidak bisa dipungkiri karena salah satu syarat utama adalah bebas covid-19," tandasnya.

Baca juga : 

Peristiwa yang sama, kata Argo, juga tidak hanya terjadi di Kepulaun Riau, melainkan juga di Polda Metro Jaya maupun Polda Jawa Timur.

Calon taruni berinisial AKP, 19, yang gagal lolos tersebut sempat membagikan pengalamannya di akun media sosial Twitter @siap_abangjagoo. Ia menyebut mendapat rangking 1 di Provinsinya dan berhak untuk melanjutkan tes ke tingkat pusat.

Sebagai bentuk persiapan, AKP melakukan tes cepat (rapid test) mandiri sebelum berangkat ke Semarang dengan hasil non reaktif. Namun, pada Jumat (31/7), pihak Polda Kepulauan Riau mengabarkan bahwa dirinya dinyatakan positif covid-19.

"tp ngga ada bukti tertulis resmi kalau aku emang beneran positif covid. Yaudah, intinya gabisa berangkat aja gitu alias gugur," cicitnya.

Karena merasa tidak terima dengan klaim tanpa bukti resmi itu, akhirnya ia melakukan tes usap (swab test) mandiri di salah RS Bhayangkara dan dinyatakan negatif covid-19. Ia mempertanyakan kenapa dirinya digugurkan padahal hasil tes cepatnya menunjukan non reaktif dan tes usapnya negatif covid-19.

Namun, AKP kemudian mendapatkan rilis resmi dari gugus tugas setempat yang menuliskan bahwa dirinya terkonfirmasi kasus nomor 317 berdasarkan penyelidikan epidemiologi serta kontak erat terhadap beberapa cluster terbaru. (OL-7)

Artikel Asli