Buya Syafii soal Ahok ke BUMN: Di Penjara Dia Sudah Belajar Jaga Lidah

kumparan Dipublikasikan 16.06, 15/11/2019 • Wendiyanto Saputro
Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diarahkan untuk menjabat petinggi BUMN yakni Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Tapi jalannya tak mulus benar, penolakan antara lain muncul dari Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB).

Sementara mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif atau Buya Syafii, menilai tak ada masalah jika Ahok masuk ke BUMN. Buya mengatakan bahwa Ahok punya pengalaman dalam memimpin. Selama dalam penjara, Ahok juga belajar banyak dalam menjaga lidahnya.

“Dia pernah jadi gubernur dan dia berhasil. Dia selagi ditahan penjara banyak belajar, banyak belajar dalam menjaga lidah. Dia pekerja keras dan lurus orangnya,” kata Buya Syafii di acara Silaturahmi Akademisi DIY di Royal Ambarukmo Hotel, Sleman, DI Yogyakarta Jumat (15/11).

Presiden FSPPB, Novriandi, sebelumnya menyatakan menerima saja saat Pertamina bolak-balik ganti direksi. Tapi terkait Ahok, pihaknya mengubah sikap. "Berkali-kali ganti direksi kami tak peduli. Tapi kedatangan biang kekacauan jadi musuh kami," demikian bunyi salah satu pernyataan di foto yang diperoleh kumparan, Jumat (15/11).

Ahok tiba di Rutan Cipinang. Foto: Antara/Ubaidillah

Menurut FSPPB, Ahok kerap membuat gaduh dan sikapnya tak terpuji. "Ini reaksi FSPPB, sudah terpasang di seluruh unit operasi," kata Novriandi.

“Saya rasa dia bisa memimpin, jadi gubernur bisa apalagi BUMN,” kata Buya Syafii meyakinkan.

Selain sudah mampu mengerem emosinya, Ahok diminta untuk tidak perlu mendengar komentar di luar sana. Yang diperlukan hanyalah mengejar prestasi. “Mantan napi itu kan tahanan politik,” pungkas Buya.

Artikel Asli