Bus Social Distancing Masih Belum Diminati PO Bus

Kompas.com Dipublikasikan 09.01, 09/08 • Muhammad Fathan Radityasani
Karoseri Laksana
Bus dengan tiga banjar kursi

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejak awal bulan Juli 2020, beberapa karoseri bus di Indonesia membuat konsep social distancing bus. Konsep ini menerapkan jaga jarak pada setiap kursinya, bisa mengurangi penyebaran virus Covid-19.

Ubahan yang dilakukan di kabin bus social distancing ini yaitu konfigurasi kursi yang menjadi 1 di kiri, 1 di tengah dan 1 di kanan (1-1-1). Walaupun jumlah yang diangkut akan lebih sedikit, namun jarak antara kursi jadi lebih lebar.

Setelah satu bulan, apakah sudah banyak pesanan dari perusahaan otobus (PO) yang membuat atau mengubah konfigurasi kursinya?

Baca juga: Kia Sonet Calon Pesaing Raize dan Rocky Resmi Meluncur

Export Manager karoseri Laksana, Werry Yulianto mengatakan, sudah ada beberapa operator yang meminta kabin bus dengan konfigurasi kursi 1-1-1.

“Ada yang hanya ingin ubah konfigurasinya saja, ada juga yang buat dari baru. Untuk jumlahnya sendiri masih belum terlalu banyak, mereka masih wait and see juga,” kata Wery kepada Kompas.com, Minggu (9/8/2020).

Kebijakan mengenai berapa jumlah kapasitas yang diperbolehkan untuk naik bus social distancing ini juga belum ada. Sedangkan saat ini masih menerapkan pembatasan penumpang bus 50 persen sampai 70 persen saja.

Baca juga: Begini Cara Memilih Mobil Bekas Berkualitas

Selain melalui karoseri, ada juga yang mengganti konfigurasi kursinya sendiri, seperti PO Efisiensi dan PO Surya Putra. Mengingat ubahan konfigurasi hanya tinggal menambah rel di bagian tengah untuk menempatkan kursi.

“Kalau sudah dibuat konfigurasi 1-1-1 sebenarnya bisa saja kembali ke yang awal seperti 2-2 atau 3-2. Jadi rel untuk kursi di lantai dek jadi banyak,” ucap Werry.

Penulis: Muhammad Fathan RadityasaniEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli