Buntut Tewasnya Sulli Eks f(x) Akibat Depresi, Parlemen Korea Usulkan RUU Lawan Komentar Jahat

Tribun Style Dipublikasikan 10.08, 16/10/2019 • Bahtiar Tri Wibawa
Sulli. Foto: Kolase TribunStyle/ Instagram Sulli

TRIBUNSTYLE.COM - Dunia hiburan Korea dikejutkan dengan kematian mantan personel Girl Band f(x).

Sulli ditemukan tewas oleh manajernya di apartemen miliknya.

Dikabarkan, Sulli meninggal karena bunuh diri.

Keputusan Sulli mangakhiri hidupnya, diduga karena ia mengalami depresi karena bully-an yang ia dapatkan.

Kepergian Sulli tampaknya juga berdampak ke masalah hukum negara.

Dilansir dari Kompas.com, World Today melaporkan bahwa anggota parlemen Korea Selatan mengusulkan untuk membuat rancangan undang undang (RUU) untuk melawan komentar jahat.

Sulli Ex f(x) Meninggal Dunia, Unggahan Terakhir Rekan Krystal Jung di Instagram Menangis Karena Ini (Kolase TribunStyle.com/instagram @jelly_jilli)

Usulan tersebut muncul setelah kasus bunuh diri Sulli karena depresi yang diakibatkan menerima komentar negatif dari netizen.

Disebut sebagai "Sulli Law" alis hukum Sulli, RUU ini bertujuan untuk menegakkan aturan ketat terhadap komentar jahat, terlebih oleh akun anonim atau tak dikenal.

Setidaknya ada sembilan anggota Majelis Nasional Korea yang mengajukan RUU yang secara resmi akan dibahas pada hari ke-49 kematian Sulli, pada awal Desember, di National Assembly Center.

Setidaknya ada sekitar 100 organisasi, termasuk Solidaritas Budaya & Seni Global, Federasi Serikat Buruh Korea, dan Serikat Pegawai Pemerintah Korea, siap turut andil dalam pembahasan.

Selain itu juga hadir 200 selebritas yang memiliki pengalaman menerima komentar jahat atau merupakan rekan Sulli.

Sebelumnya, Kepolisian Seongnam Sujeong mengumumkan hasil dari proses autopsi awal terhadap jenazah Sulli.

"Tidak ada kecurigaan pembunuhan, seperti pemaksaan atau tekanan dari luar, yang ditemukan sebagai hasil dari autopsi awal," ujar polisi. (TribunStyle.com/Bahtiar)

Artikel Asli