Bunga Tabebuya Bermekaran, Hiasi Jalanan Kota Surabaya

Merdeka.com Dipublikasikan 06.42, 19/11/2019
Bunga Tabebuya bermekaran. ©2019 Merdeka.com
Bunga tabebuya kembali bermekaran di pertengahan bulan November ini. Mekarnya bunga asal negara Brasil ini, sedikit terlambat dari yang seharusnya terjadi sejak Oktober lalu.

Bunga tabebuya kembali bermekaran di pertengahan bulan November ini. Mekarnya bunga asal negara Brasil ini, sedikit terlambat dari yang seharusnya terjadi sejak Oktober lalu.

Namun meski terlambat, mekarnya bunga tabebuya ini tetap saja terlihat cantik dan menghiasi sepanjang jalan protokol yang ada di Surabaya. Warna bunganya pun terlihat berwarna-warni. Mulai dari berwarna putih, pink atau merah muda, hingga kuning.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Hendri Setianto mengatakan, mundurnya jadwal mekar bunga tabebuya ini bisa jadi disebabkan oleh faktor cuaca.

"Tahun ini agak mundur, karena cuaca yang kurang bersahabat. Kemarin Oktober sudah mekar," katanya, Selasa (19/11).

Dia menambahkan, jumlah pohon tabebuya di Surabaya setiap tahunnya selalu diperbanyak. Jika ditotal, sampai saat ini sudah ada sekitar 7 ribu pohon yang sudah tertanam di Surabaya. Penanaman pohon ini sendiri sudah dimulai sejak 10 tahun lalu.

Sementara itu, fenomena cantik mekarnya bunga tabebuya ini dimanfaatkan oleh warga yang ingin berswafoto atau berselfie. Tak jarang, para pengguna jalan pun ada yang menyempatkan diri untuk berhenti sejenak, hanya sekedar untuk berfoto ria.

Seperti yang dilakukan oleh Sri Indah, warga Perum Gunungsari Indah, Surabaya. Ia mengakui menyukai pemandangan sepanjang Jalan Adityawarman Surabaya ini. Sebab, deretan pohon tabebuya tampak bermekaran semua di sepanjang jalan protokol tersebut.

Sehingga, jalan tepat di depan kantor KPU Surabaya ini terlihat indah dan cantik dengan mekaran bunga tabebuya dan rontokannya pun ikut menghiasi pedestrian.

"Bagus untuk spot foto. Apalagi katanya mekarnya cuma satu tahun sekali. Bunganya juga mirip-mirip dengan bunga sakura yang ada di Jepang," katanya sembari tertawa.

Artikel Asli