Bukan Teknologi Canggih, Astronot Bawa Benda Unyu jadi Indikator Gravitasi

Suara.com Dipublikasikan 07.00, 03/06 • Dythia Novianty
Roket Falcon 9 dari SpaceX yang membawa kapsul Crew Dragon dan dua astronot AS, meluncur dari Florida pada 30 Mei 2020. [AFP/Gregg Newton]
Roket Falcon 9 dari SpaceX yang membawa kapsul Crew Dragon dan dua astronot AS, meluncur dari Florida pada 30 Mei 2020. [AFP/Gregg Newton]

Suara.com - SpaceX sukses membawa dua astronot NASA mencapai orbit dengan mengendarai kapsul Crew Dragon yang diantarkan roket Falcon 9 milik SpaceX. Dalam peluncuran yang terjadi pada Sabtu (30/5/2020), ada benda unik yang dibawa di dalam kapsul Crew Dragon, yaitu boneka dinosaurus yang berkelap-kelip.

Rupanya, boneka dinosaurus ini bukan hanya sebuah boneka mewah tetapi memiliki peran penting dalam peluncuran astronot.

Ada tradisi di dalam pesawat luar angkasa yang mengangkut manusia untuk menjalankan misi, seperti membawa boneka atau mainan. Ini disebut sebagai "indikator gravitas nol" selama perjalanan menuju luar angkasa.

Alih-alih menggunakan teknologi yang lebih canggih, boneka atau mainan ini berguna sebagai indikator gravitasi nol. Ketika boneka atau mainan mulai mengapung, itu memperingatkan para astronot bahwa pesawat telah berhasil lolos dari tarikan gravitasi Bumi.

Dalam video klip yang beredar, boneka dinosaurus itu terlihat mengapung ke arah astronot Bob Behnken sekitar 10 menit setelah peluncuran dari pangkalan antariksa di Florida, Amerika Serikat.

Boneka Dino. [Iflscience]

"Seperti yang kita lihat, indikator gravitasi nol kami mengambang di sekitar sana," kata seorang komentator NASA selama liputan langsung peluncuran ketika boneka dinosaurus muncul dan mengapung, seperti dikutip dariIFL Science, Rabu (3/6/2020).

Peluncuran misi awak pertamanya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) ini mengirim dua astronot bernama Doug Hurley dan Bob Behnken.

Setelah terpisah dari Falcon 9, kapsul Crew Dragon melanjutkan perjalanannya di orbit untuk menuju ISS.

Saat dalam perjalanan, kedua astronot NASA ini beberapa kali berkomonukasi dengan pusat kendali menceritakan kondisi mereka.

Artikel Asli