Bukan Simbol White Supremacy, Gestur Tangan Brenton Tarrant Ternyata Hanya Lelucon Belaka

grid.ID Dipublikasikan 14.19, 20/03/2019 • Angriawan Cahyo Pawenang
Gestur yang ditunjukkan oleh Brenton Tarrant, pelaku penembakan di Christchurch nyatanya bukan simbol White Power/Supremacy
Kolase ADL dan Daily Mail

Laporan Wartawan Grid.ID, Angriawan Cahyo Pawenang

Grid.ID - Teroris penembakan jemaah shalat Jumat di Christchurch diketahui sudah siap menempuh persidangan.

Teroris penembakan di Selandia Baru, Brenton Tarrant telah dibekuk oleh pihak yang berwajib.

Brenton disebut sempat membuat geger jagad dunia maya.

DIkutip Grid.ID sebelumnya, teroris tersebut diketahui menunjukkan gestur tangan OK terbalik saat dirinya ditunjukkan di ruang pengadilan.

Hal ini kemudian menghebohkan masyarakat dunia dan media di dunia.

Dikutip dari Daily Mail sebelumnya, gestur tangan OK terbalik yang dilakukan Brenton Tarrant diduga memuat simbol White Supremacy.

Dikutip dari Insider, White Supremacy adalah keyakinan tentang orang kulit putih lebih unggul daripada ras yang lainnya.

Kolase Twitter Steve Herman dan abplive.in
Kolase Twitter Steve Herman dan abplive.in

Isu rasisme yang diduga ditunjukkan Brenton tersebut kemudian membuat seluruh dunia heboh.

Media Internasional ramai-ramai menguak asal-usul Brenton yang diduga merupakan seorang ekstrimis sayap kanan.

Namun ternyata gestur tangan yang dilakukan Brenton bukanlah simbol tentang White Supremacy, namun hanya sekedar lelucon belaka.

Gestur tangan yang dilakukan oleh Brenton berasal dari sebuah permainan yang muncul di tahun 1980-an di Amerika Serikat bernama Circle Game.

Dikutip dari laman Know Your Meme, Circle Game merupakan sebuah permainan berbasis motorik dan trik.

Pemain lawan akan dinyatakan kalah jika dirinya melihat simbol OK secara terbalik dibawah pinggang pemain.

laman Know Your Meme
laman Know Your Meme

Bukti ini diperkuat setelah ditemukan sebuah postingan di situs 4chan yang mempropagandakan hoaks terkait simbol White Power tersebut sejak awal tahun 2017.

Ditelusuri dari situs 4chan di kanal Politically Incorrect, seorang pengguna tanpa nama pada Februari 2017 menyatakan untuk memulai operasi O-KKK.

arsip diskusi 4chan
arsip diskusi 4chan

Dalam postingan tersebut berisi seruan untuk memulai propaganda di Twitter dengan membuat akun palsu menggunakan foto wanita berkulit putih.

Nantinya tiap akun palsu tersebut akan membuat sebuah cuitan propaganda hoaks yang berisi gambar instruksi kalau gestur OK adalah simbol White Power ditambah menggunakan hashtag #PowerHandPrivilege dan #NotOkay.

Dikutip dari situs ADL, para user 4chan tersebut kemudian membombardir user rakyat sipil, jurnalis, bahkan akun pemerintahan.

Beberapa jurnalis internasional ada yang menjadi korban isu hoaks ini.

ADL
ADL

Dikutip dari klarifikasi Indonesian Hoaxes di Facebook, jurnalis Emma Roller secara latah termakan propaganda ini.

Sontak hal ini akhirnya menghasilkan simbol OK yang diklaim memiliki makna tersembunyi terkait White Supremacy.

Situs 4chan sendiri merupakan saudara dari 8chan yang merupakan forum diskusi anonim yang dianggap mempunyai kebebasan dalam mendiskusikan apapun bahkan termasuk ujaran kebencian.

Dikutip dari ADL, kedua situs tersebut sudah terkenal sering membuat hoaks tentang simbol populer seperti 'dab-ing' dan propaganda iklan susu yang menunjukkan White Supremacy.

Salahnya persepsi terkait simbol tersebut membuat penggiringan opini yang sama saja menyetujui propaganda hoaks dari para pengguna 4chan.

Penggiringan opini itu nantinya bisa menyebabkan perpecahan tersendiri jika terus-terusan disalahartikan.

Tangkap layar Facebook/Indonesian Hoaxes
Tangkap layar Facebook/Indonesian Hoaxes

Indonesian Hoaxes dan Know Your Meme Indonesia bahkan sepakat menyarankan agar media untuk lebih hati-hati dalam memberitakan pelaku.

Pasalnya pelaku dianggap memahami budaya pop dan dapat membenturkan paham-paham tertentu.

(*)

Artikel Asli