Bukan Oppo, Counterpoint Klaim Samsung Raja Smartphone di Indonesia

Infokomputer.com Dipublikasikan 09.30, 14/11/2019 • Adam Rizal
RESMI Harga Samsung Galaxy Note 10 dan Note 10+ di Indonesia

Samsung masih menjadi raja ponsel di Indonesia pada kuartal ketiga 2019. Setidaknya itu berdasarkan laporan dari perusahaan riset Counterpoint belum lama ini.

Counterpoint mencatat sekitar 94% ponsel yang dijual di Tanah Air dibuat di Indonesia. Dan selama periode Juli hingga September pasar ponsel pintar Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 7% dibandingkan kuartal ketiga 2018.

"Ini tidak terlepas dari peran toko online seperti Blibli, JD.id, Lazada dan lain-lain. Kontribusi e-commerce mencapai 12%. Namun pertumbuhan pasar ponsel di Tanah Air juga tidak terlepas dari kegiatan promosi di toko online yang dilakukan para pemain asal China," kata Parv Sharma, Research Analyst Counterpoint dalam keterangan resminya.

Imbasnya membuat merek asal China memegang empat dari lima posisi teratas dengan pangsa pasar 65%. Counterpoint menilai ini pencapaian tertinggi yang pernah terjadi.

Meski pabrikan asal China mendominasi, mereka belum bisa mengeser posisi Samsung di pasar. Vendor asal Korea Selatan ini masih bercokol di urutan teratas dengan market share 22%. Galaxy A punya peran penting bagi Samsung karena mampu tumbuh 2% tiap tahun.

Xiaomi mampu mempertahankan posisinya di nomor dua dengan pangsa pasar 20%. Hal tersebut tidak terlepas dari strategi online dan offline yang dijalankannya.

Menurut Counterpoint, Indonesia menjadi Indonesia adalah salah satu pasar utama yang berkontribusi pada petumbuhan global Xioami.

Oppo berada di posisi ketiga dengan pangsa pasar 19%. Seri A5s dan A1k menjadi model terlaris. Counterpoint mencatat Oppo mengalami pertumbuhan 6% setiap tahun.

Posisi keempat diisi Vivo dengan market share 13%. Mereka berhasil menggandakan pengiriman setiap tahun dan merupakan merek dengan pertumbuhan tercepat lewat seri Y, seperti Y91C, Y12 dan Y15.

Realme berada di posisi ke lima dengan pangsa pasar 11%. Berdasarkan riset Counterpoint, Realme tumbuh 38%, ini berkat flash sale yang dilakukan bersama partner dari beragam toko online.

Realme C2 dan Realme 3 menjadi dua lini yang mendorong pertumbuhan penjualan.

Beda dengan Canalys

Yang menarik, laporan Counterpoint ini berbeda 180 derajat dengan  Lembaga riset Canalys. Canalys menyebut, Samsung yang biasa menguasai pasar ponsel Indonesia harus pasrah berada di posisi ketiga. Posisinya digeser oleh Oppo di peringkat pertama dan Xiaomi di peringkat kedua.

Oppo naik peringkat dari urutan ketiga di periode yang sama tahun lalu. Saat ini Oppo memiliki market share 23 persen dengan peningkatan 47% dari tahun sebelumnya.

Masih seperti tahun lalu, di peringkat kedua ada Xiaomi. Dengan peningkatan 22% dari tahun sebelumnya membuat perusahaan besutan Lei Jun itu punya market share 22%.

Kendati mengalami peningkatan 16% hanya saja secara posisi Samsung merosot ke posisi ketiga. Padahal di tahun sebelumnya Samsung berada di posisi pertama dengan market share 23,6%.

Saat ini vendor asal Korea Selatan itu memiliki pangsa pasar sebesar 21%. Dari semua vendor, Vivo yang mengalami pertumbuhan secara signifikan, mencapai 74%. Posisinya di peringkat empat dengan market share 17%.

Sedangkan di peringkat ke lima ada Realme. Sang pendatang baru di pasar ponsel Indonesia ini kini punya market share 11%.

 

Artikel Asli