Bukan Mitos Belaka, Ternyata Uang Memang Bisa Membeli Kebahagiaan

Suara.com Dipublikasikan 11.30, 14/11/2019 • Rima Sekarani Imamun Nissa
Ilustrasi belanja. (Shutterstock)
Ilustrasi belanja. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap makhluk hidup di dunia ini mempunyai hak untuk bahagia dengan cara masing-masing. Namun, apakah kamu pernah mendengar bahwa uang bisa membeli kebahagiaan?

Banyak sekali yang beranggapan bahwa uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Namun ternyata, ada seorang profesor Harvard yang membuktikan bahwa uang memang bisa membeli kebahagiaan.

Dilansir dari laman The Standard, profesor Harvard Business School Ashley Whillans mengungkapkan tentang hal tersebut melalui sebuah podcast Harvard Business Review .

Ashley mengungkap bahwa uang bisa digunakan untuk membeli lebih banyak waktu luang dan terbukti membuat orang menjadi lebih bahagia.

Ia pun memberikan contoh sederhana, yaitu kebiasaan menyuruh orang lain atau memanfatkan mesin bantu untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga daripada melakukannya sendirian.

Ilustrasi bekerja.(Unsplash/Annie S)

Uang ternyata memang bisa membeli kebahagiaan. Hal tersebut kadang berlaku untuk sesuatu yang tidak disadari banyak orang, seperti punya banyak waktu lengang karena tidak mencuci baju atau menyapu rumah.

Selanjutnya berbicara tentang skala yang lebih besar, uang bisa membuat hati lebih bahagia dengan cara membeli atau menyewa rumah yang lokasinya dekat kantor sehingga tak perlu menghabiskan banyak waktu di jalan.

Ilustrasi uang. (Shutterstock)

Namun, banyak orang memilih untuk melewatkannya karena tentu tak mau mengeluarkan uang lebih banyak.

Berdasarkan penelitian, Ashley melihat, sebagian orang merasa bersalah. Misalnya saja ketika harus menyuruh orang lain mencuci atau membersihkan rumah meski tahu itu bisa memberi mereka kenyamanan dan kebahagiaan lebih.

Walau demikian, nampaknya kebanyakan orang memang suka menggunakan uang mereka untuk membeli lebih banyak waktu luang.

Ilustrasi teman. (Unsplash/Priscilla D)

Namun, tentu saja harus menyesuaikan dengan kemampuan. Hal ini juga berguna untuk kamu agar tidak merasa bersalah setelahnya. Jadi, disarankan untuk fokus pada nilai yang didapatkan daripada uang yang dikeluarkan.

"Hanya dengan hal simpel seperti berpikir menggunakan uang untuk punya lebih banyak waktu bebas, itu bisa membuat orang merencanakan waktu mereka sedikit lebih baik," ungkap Ashley.

"Jika aku ingin mengeluarkan biaya ini untuk waktu bebas lebih banyak, maka aku akan memastikan aku benar-benar menikmati waktu bebas yang aku punya," tutupnya.

Artikel Asli