Bukan Foto Editan, Warung Angkringan ala Yogyakarta Muncul di Jepang, Seniman Ini Penggagasnya

Tribun Style Dipublikasikan 07.56, 12/11/2019 • Anggie Irfansyah
Angkringan yang ada di Jepang

TRIBUNSTYLE.COM - Jogja terbuat dari angkringan dan kenangan, begitu bunyi pepatah yang banyak beredar di media sosial.

Image angkringan memang sudah melekat dengan Kota Yogyakarta.

Warung tenda yang menyediakan berbagai makanan dengan harga yang relatif murah dan menjadi pilihan orang Jogja untuk makan atau untuk sekedar nongkrong.

Angkringan berasal dari bahasa jawa, angkring yang artinya alat dan tempat berjualan makanan.

Biasanya angkringkan mudah ditemukan di pinggiran jalan di seluruh sudut Kota Jogja.

Selain itu angkringan juga banyak ditemukan di daerah-daerah seperti Magelang, Solo, Surabaya dan daerah lainnya.

Beberapa waktu lalu, warung angkringan muncul di beberapa tempat di Jepang.

Dengan model khas angkringan yang menggunakan gerobak dengan penutup terpal dan menu makanan nasi kucing.

Angkringan yang ada di Jepang ini ternyata adalah proyek yang bernama 'Nowhere Oasis' di ajang Tokyo Festival 2019.

Proyek Angkringan ini dibuat oleh seniman asal Jepang, Jun Kitazawa.

Angkringan di Jepang karya Jun Kitazawa dengan tajuk 'Nowhere Oasis' (Instagram/kitazawajun)

Proyek 'Nowhere Oasis' ini memang bertujuan untuk memperkenalkan budaya angkringan dari Jogja ke masyarakat Jepang.

Menurutnya, angkringan yang ia temukan di Jogja adalah tempat yang bisa menenangkan.

Di angkrigan, masyarakat tidak hanya datang untuk makan tetapi juga untuk melepas penat dan berinteraksi dengan sekitar.

Jun Kitazawa yang sekarang tinggal di Jogja merasakan perbedaan antara Jepang dan Indonesia.

Jun Kitazawa, Seniman pembuat konsep Angkringan di Jepang (junkitazawa.com)

Dalam pembuatan proyek ini, Jun Kitazawa tidak sendirian, ia dibantu oleh komunitas orang Indonesia yang berada di Jepang.

Totalnya ada empat angkringan yang tersebar di Tokyo Metropolitan.

Menu makanan yang disajikan hampir sama dengan angkringan yang ada di Jogja yaitu nasi kucing dengan lauk tempe,ikan dan berbagai macam sate.

"Angkringan mempertahankan karakter kota Yogyakarta melalui kedua sisinya: antara terlihat dan tak kasatmata; umum sekaligus tertutup." tulis Kitzawa dalam salah satu postingan di Instagramnya, @kitazawajun.

Melalui angkringan yang ada di Jepang tersebut, Jun Kitazawa ingin menghadirkan suasana hangat antar kerabat saat makan bersama. (TribunStyle.com/Anggie)

Artikel Asli