Bukan Cuma Kobe Bryant, 5 Atlet Ini Tewas Akibat Kecelakaan Udara

Liputan6.com Diupdate 11.25, 28/01/2020 • Dipublikasikan 11.25, 28/01/2020 • Harley Ikhsan
Kobe Bryant
Kobe Byant tewas dalam kecelakaan helikopter, Minggu (26/1) atau Senin dinihari WIB. (AP Photo/Reinhold Matay)

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan helikopter merenggut nyawa legenda LA Lakers Kobe Bryant, Minggu (26/1/2020). Turut tewas akibat musibah tersebut delapan orang lain, termasuk putri sang legenda Gianna.

Publik berduka mendengar kabar ini. Penghormatan pun bermunculan untuk mengenang pengaruh yang diberikan Kobe Bryant kepada dunia, tidak hanya bagi basket.

Musibah memang sulit dihindari. Bencana bisa menimpa siapa saja, termasuk atlet olahraga. Kecelakaan udara bahkan beberapa kali memakan korban satu tim, di antaranya Manchester United, Torino, Lokomotiv Yaroslavl, dan Chapecoense.

Patut disesali, Kobe Bryant kini masuk kategori tersebut. Dia bernasib fatal sama seperti lima olahragawan lain yang tewas karena kecelakaan udara. Berikut daftarnya.

Rocky Marciano

Juara dunia kelas berat pada era 1950-an, Rocky Marciano tidak sekalipun kalah selama empat tahun (1952-1956) dan menang 49 kali beruntun. (AFP PHOTO/INP/STAFF)

Mantan juara dunia tinju Marciano tewas karena kecelakaan pesawat pada Agustus 1969. Ketika itu dia berusia 45 tahun.

Marciano meninggalkan ring pada 1956 karena ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga. Dia memiliki rekor 49-0 dengan 43 di antaranya melalui KO.

Inspirasi di balik karakter film Rocky ini menjadi petinju dengan rekor tidak terkalahkan tertinggi, sebelum Floyd Mayweather Jr menyalipnya pada Agustus 2017.

Emiliano Sala

Emiliano Sala. (AFP/Jean Francois Monier)

Sala tengah menyeberang Selat Inggris untuk menyelesaikan transfer dari Nantes ke Cardiff City, Januari 2019. Namun pesawat yang ditumpanginya terjatuh.

Melalui pencarian massal, jenazahnya ditemukan beberapa hari kemudian. Sementara jasad sang pilot, David Ibbotson, menghilang.

Menyusul musibah ini, Nantes memesiunkan seragam nomor punggung 9 yang dikenakan Sala.

Alan Kulwicki

Ilustrasi balapan NASCAR. (AP Photo/Jim Topper)

Masuk daftar 50 pembalap terbaik sepanjang masa NASCAR, Kulwicki menemui ajal dengan tragis. Dia tewas akibat kecelakaan pesawat pada April 1993.

Kecelakaan ini memakan nyawa tiga orang lain. Saat itu Kulwicki berusia 38 tahun.

Kulwicki terpilih sebagai Rookie of the Year NASCAR pada 1986. Dia kemudian menjadi juara tahun 1992.

Payne Stewart

Payne Stewart. (AFP/Stephen Jaffe)

Pada Oktober 1999, jet pribadi yang membawa pegolf Payne Stewart dan lima orang lain terjatuh di Aberdeen, South Dakota.

Penyelidik menyatakan kecelakaan disebabkan hilangnya tekanan udara di dalam pesawat. Jet terbang melenceng sekitar 2.500 km dari lintasan, diduga karena menggunakan otopilot, sebelum terjatuh.

Pesawat saat itu meninggalkan Florida menuju Texas karena Stewart dijadwalkan mengikuti turnamen. Dia memenangkan 11 gelar dalam tur PGA, tiga di antaranya turnamen majors.

Roberto Clemente

Ilustrasi bisbol.

Legenda bisbol asal Puerto Riko ini meninggal akibat kecelakaan pesawat pada Desember 1972. Tragisnya, dia terbang di dalam pesawat yang membawa bantuan untuk korban gempa bumi yang mengguncang Nikaragua.

Besar bersama Pittsburgh Pirates, Clemente merebut 12 sarung tangan emas. Dia juga masuk All-Star 12 kali dan memenangkan MVP World Series 1971.

Clemente masuk Hall of Fame setahun setelah kematiannya.

Artikel Asli