Bukan 3, Ada 4 Syarat Subsidi Gaji Pekerja yang Bisa Dapat Bantuan Rp 600 Ribu

kumparan Dipublikasikan 13.13, 09/08 • kumparanBISNIS
Bantuan Rp 600 ribu per bulan disiapkan Pemerintah dalam program subsidi gaji pekerja. Foto: Getty Images

Pemerintah tengah menyiapkan aturan untuk pemberian subsidi gaji bagi pekerja, yakni berupa bantuan Rp 600 ribu per bulan. Menteri BUMN yang juga Ketua Komite Pelaksana Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir, mengatakan pemberian bantuan Rp 600 ribu itu ditargetkan berjalan mulai September mendatang.

"Bantuan sebesar Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan akan diberikan per dua bulan mulai September 2020. Dananya ditransfer langsung ke rekening masing-masing pekerja, sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan," kata Erick dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).

Bantuan tunai berupa subsidi gaji ini diberikan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya kalangan pekerja yang selama ini belum terjangkau paket bantuan untuk mengatasi dampak pandemi virus corona. Diharapkan, bantuan ini meningkatkan konsumsi dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal III dan IV 2020.

Dalam kesempatan itu, Erick Thohir menyampaikan sejumlah syarat atau kriteria, pekerja yang bisa mendapat bantuan Rp 600 ribu. Setidaknya ada 4 (empat) syarat yang harus dipenuhi pekerja:

  • Memiliki gaji atau penghasil di bawah Rp 5 juta per bulan

  • Bukan PNS atau pun pekerja BUMN

  • Masih terdaftar sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan, selain terdaftar juga ada syarat keempat yakni

  • Aktif membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan (Tak ada tunggakan)

Kelompok pekerja rendahan dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan berhak menerima subsidi gaji berupa bantuan Rp 600 ribu per bulan. Foto: AFP

Erick memaparkan, program ini bukan untuk mengistimewakan kelompok pekerja. Karena sebelumnya Pemerintah sudah menyalurkan bantuan penanganan dampak pandemi untuk kelompok masyarakat lain.

Yakni Bansos untuk warga miskin, Program Keluarga Harapan, restrukturisasi kredit untuk UMKM, serta berbagai insentif perpajakan dan stimulus lainnya.

Artikel Asli