Bos Unilever (UNVR) Beberkan Produknya yang Paling Terdampak Pandemi

Bisnis.com Dipublikasikan 06.35, 11/08 • Ria Theresia Situmorang
Hemant Bakshi, President Director PT Unilever Indonesia, Tbk. /Bisnis.com
Presiden Direktur Unilever Indonesia Hemant Bakshi mengatakan perseroan cukup beruntung beroperasi di sektor konsumer yang menyajikan kebutuhan pokok masyarakat dengan permintaan yang relatif cukup baik.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) mengakui beberapa kategori produk penjualan perseroan cukup terdampak akibat pelemahan daya beli masyarakat selama periode pandemi awal tahun ini.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Hemant Bakshi mengatakan perseroan cukup beruntung beroperasi di sektor konsumer yang menyajikan kebutuhan pokok masyarakat dengan permintaan yang relatif cukup baik.

Ia menyatakan pihaknya melihat perubahan signifikan dari pertumbuhan permintaan yang akhirnya meningkatkan penjualan kategori produk kebersihan tangan, kebersihan rumah hingga produk persiapan makanan.

Akan tetapi, terdapat beberapa kategori yang juga terimbas akibat pelemahan daya beli masyarakat di era pandemi.

“Salah satu kategori yang terimbas adalah es krim karena banyak orang yang tidak keluar rumah dan kemungkinan punya uang yang terbatas,” ungkapnya dalam seminar virtual bertajuk Gotong Royong Jaga UMKM Indonesia pada Selasa (11/8/2020).

Berkaca pada fenomena tersebut, Unilever Indonesia sendiri masih percaya bahwa daya beli masyarakat dalam negeri tetap stabil terbukti dari level konsumsi yang masih kuat.

Di sisi lain, Hemant mengatakan selama periode awal pandemi penting bagi perseroan untuk melakukan efisiensi waktu dalam hal inovasi produk. Hal ini terbukti dari pengembangan produk yang awalnya berkisar 9 bulan sebelum diluncurkan ke pasar, kini bisa dipercepat akibat dari produktivitas karyawan selama masa bekerja dari rumah.

“Kami menemukan cara kerja baru di bisnis kami. Selama pandemi, kita butuh produk kesehatan yang bisa menghentikan penyebaran virus dan kurang dari 8 bulan kami bisa memberikan produk tersebut ke pasar,” sambungnya.

Sebagai gambaran, emiten berkode saham UNVR itu berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp21,77 triliun, tumbuh 1,5 persen daripada realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp21,45 triliun.

Meskipun begitu, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp3,62 triliun, turun tipis daripada perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,69 triliun.

Lebih lanjut, koreksi laba bersih tersebut diklaim akibat menurunnya penjualan dari unit bisnis Unilever Foods Solution dengan konsumen utama adalah hotel, restoran dan kafe (horeka) dan biaya tambahan untuk mempertahankan rantai pasokan, dan biaya kesehatan karyawan.

Selama paruh pertama 2020, Unilever juga telah meluncurkan beberapa inovasi yang sangat relevan untuk menjawab kebutuhan konsumen di tengah pandemi, di antaranya adalah Lifebuoy Hand Sanitizer, Sahaja Spray Higienis, Wipol Disinfectant Spray, serta Wipol Surface Disinfecting Wipes.

Selanjutnya, pada kategori Personal Care, Unilever meluncurkan Vaseline Hand Cream Anti-Bacterial.

Artikel Asli