Bos Narkotika Pencuci Uang Asal Iran Dibekuk

Padek Diupdate 04.10, 03/07 • Dipublikasikan 11.10, 03/07 • Adiansyah Lubis
Bos Narkotika Pencuci Uang Asal Iran Dibekuk

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo membuktikan janjinya membongkar sindikat narkotika asal Iran yang menyelundupkan 341 kg sabu pada 3 Juni lalu. Kemarin Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, penangkapan tujuh orang pengendali. Empat diantaranya warga Iran dan Pakistan. Mereka merupakan bos besar sindikat tersebut.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menuturkan, awalnya 3 Juni lalu ditangkap enam orang WNI yang menyelundupkan 341 bungkus atau kilogram sabu asal Iran. Selanjutnya kasus tersebut dikembangkan dan menangkap tujuh orang lainnya. ”Empat warga negara asing dan tiga orang warga Indonesia,” urainya.

Empat warga asing itu, yakni Husein Salari, Mahmoud Salari, dan Atefeh Nohtani yang merupakan warga negara Iran. Lalu, ada Samiulah yang merupakan warga Pakistan. Untuk tiga warga Indonesia yaitu, Amu Sukawi, Yondi Citavaga, dan Iqbal Solehudin. “Sindikat ini terbentuk di lapas,” urainya.

Awalnya, Husein itu dipenjara bersama dengan Amu pada 2013 di Lapas Bandung. Amu lalu bebas pada 2016, namun keduanya masih berkomunikasi. Dari sanalah, Husein ini meminta untuk Amu membantu pengiriman sabu. “Bergabunglah Amu dengan kelompok Husein yang didalamnya ada tersangka lainnya,” jelasnya.

Selanjutnya, pada Januari Husein memerintahkan Amu dan Samiulah untuk ke Pakistan. Mereka memesan narkotika sabu seberat 140 kg. Begitu narkotika itu sampai, kemudian langsung dijual. ”140 kg ini sudah terjual semua, dijual Husein,” urainya.

Pada Mei 2020, Husein memerintahkan Amu, Yondi dan pelaku lainnya mengendalikan pengiriman 404 kg sabu. Namun yang didapatkan polisi hanya 341 kg, karena sisanya telah terjual. Kabareskrim menuturkan bahwa kasus ini berhasil digagalkan tim Satgasus yang kemudian diungkapkan pada 3 Juni. “Nah, dari sanalah semua terungkap. Yang akhirnya bos pengendali ini ditangkap pada 26 Juni,” tuturnya.

Dia menuturkan, dari penyelidikan dan penyidikan diketahui ternyata sindikat ini memiliki perusahaan bernama PT Alam Mahwan Sejahtera. Perusahaan ini disebut bergerak dalam bidang impor buah kurma. “Namun, sebenarnya digunakan untuk mencuci uang narkotika,” jelasnya

Dari catatan perbankan diketahui bahwa transaksi dari perusahaan itu mencapai Rp 15 miliar. Diduga nilai transaksi itu yang digunakan untuk membeli dan membiayai operasional penyelundupan narkotika. “Dalam transaksi itu disebut untuk pembelian 602 unit sepeda motor, tapi ini kemungkinan pencucian uang,” tegasnya. (idr/jpg)

The post Bos Narkotika Pencuci Uang Asal Iran Dibekuk appeared first on Padek.co.

Artikel Asli