Bolehkah Bayi Tidur Setelah Kepalanya Terbentur? Simak Risikonya, Ma!

Popmama.com Dipublikasikan 04.10, 16/10/2019 • Winda Carmelita
Freepik

Cedera kepala adalah hal yang umum terjadi pada bayi. Terutama pada bayi yang baru saja belajar berjalan dan masih belum dapat mengendalikan gerak tubuhnya dengan selaras. Terjatuh atau pun kepala membentur tembok adalah insiden yang harus dipersiapkan orangtua di masa-masa ini.

Cedera kepala pada bayi bisa berdampak dua hal, yaitu internal dan eksternal. Jika cedera terjadi internal, biasanya akan muncul memar, benjolan atau pun kerusakan serius. Sedangkan eksternal akan menimbulkan luka atau goresan. 

Sesaat setelah bayi terjatuh, para orangtua biasanya secara refleks menidurkan bayi. Tetapi apakah tindakan ini diperbolehkan? Berikut Popmama.com merangkum informasi penting seputar tindakan yang harus dilakukan orangtua selepas bayi mengalami cedera kepala, dilansir dari livestrong.com:

Pertolongan Pertama pada Bayi yang Kepalanya Terbentur

Freepik/phduet

Jika terjadi memar, Mama dapat mengompres kompres es ke sekitar daerah terluka selama 20 menit. Pastikan membungkus kompres es dengan kain atau handuk kecil terlebih dahulu agar dinginnya tidak menyakiti bayi. 

Jika lukanya eksternal, bersihkan dengan air hangat lalu keringkan. Berikan salep luka dan tutupi lukanya dengan perban. 

Yang penting dilakukan adalah mengamati perilakunya selama 24 jam untuk memastikan tidak ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan. Namun jika Mama khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, bawa bayi ke dokter atau rumah sakit agar dapat diperiksa secara seksama oleh profesional.

Rutin Mengecek Kondisi Bayi

Freepik/Freepic.diller

Babycenter.com merekomendasikan orangtua untuk membangunkan bayi setidaknya dua kali di malam hari selama dua malam berturut-turut selepas insiden. Tindakan ini perlu dilakukan untuk melihat jika ada efek berkelanjutan. Orangtua juga perlu memeriksa, ada atau tidaknya gangguan pernapasan, perubahan warna kulit atau pun anggota tubuh yang berkedut.

Apakah Bayi Boleh Tidur atau Harus Tetap Terjaga Sesaat Setelah Kepala Terbentur?

Freepik

Biasanya orangtua khawatir membiarkan bayinya tidur karena takut melewatkan simptom-simptom yang berbahaya akibat benturan sebelumnya. Dilansir dari livestrong.com, KidsHealth menyatakan bahwa tidak masalah membiarkan bayi langsung tidur setelah kepalanya terbentur, kecuali dokter tidak menyarankannya demi alasan observasi simptom yang mengkhawatirkan.
 

Pentingnya Menjaga Keamanan Sekitar Rumah

babyessentialscenter.com

Musibah memang tak dapat dihindari, tetapi bisa dicegah. Untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan, pastikan melindungi bayi Anda di rumah.

Tutupi sudut meja atau pun ujung-ujung benda yang tajam dengan bantalan atau bumper. Singkirkan benda-benda yang bisa membuat bayi Mama tersandung dan menabrak kepalanya.

Awasi saat ia bermain dan pastikan menjaga keseimbangan tubuhnya saat ia berdiri di atas meja, meja ganti, kursi atau pun tempat tidur.

Kapan Harus Membawa Bayi ke Rumah Sakit atau Dokter?

calmingcolic.com

Jika cedera kepala bayi Mama adalah akibat benturan besar, misalnya jatuh dari ketinggian tempat tidur, bukan sekadar benjolan kecil, segera larikan ke dokter walau ia tampak baik-baik saja. Begitu pula jika bayi kehilangan kesadaran atau tidak dapat bergerak dengan normal.

Awasi jika si Kecil mengalami pendarahan hebat, rasa kantuk berlebihan, tangisan histeri, pusing, lemas dan muntah-muntah. Dokter akan mengambil tindakan untuk mengevaluasi dan melakukan penanganan intensif untuk melihat apakah bayi mengalami gegar otak atau tidak. 

  • Flat Head Syndrome, Sindrom yang Mengakibatkan Kepala Bayi Datar
  • Jatuh dari Ranjang, Tengkorak Kepala Bayi ini Retak. Begini Ceritanya!
  • 4 Langkah Merawat Memar dan Benjol Pada Kepala Bayi Setelah Jatuh
Artikel Asli