Bocah SD Ditinggal Kawan Saat Tewas Jatuh dari Truk, Keluarga Sempat Bingung Mencari

Kompas.com Dipublikasikan 02.55, 09/08 • Rachmawati
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Mayat bocah bercelana SD yang ditemukan tewas dengan mulut berbusa di trotoar Terminal Type A Tasikmalaya, dibawa keluarganya untuk dimakamkan di kampung halamannya Desa Waluya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (8/8/2020).

KOMPAS.com - Warga Kota Tasikmalaya dibuat geger dengan penemuan mayat bocah yang menggunakan celana SD di dekat terminal pada Kamis (6/8/2020).

Dari mulut mayat tersebut terdapat busa yang mengeluarkan aroma minuman keras. Selain itu petugas menemukan kantong plastik berisi tuak di dekat mayat.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil mengungkapkan identitas mayat tersebut.

Ia adalah Denar Wahyu Sanjaya berusia 13 tahun warga Desa Maluya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Denar tercatat sebagai siswa kelas VI SD.

Baca juga: Fakta di Balik Jenazah Bocah Bercelana SD di Tasikmalaya, Jatuh dari Truk dan Pergi Tak Pamit

Denar ternyata tewas setelah terjatuh dari truk saat hendak bermain ke Pangandaran.

Denar keluar dari rumah pada Rabu (5/8/2020) sore. Tanpa pamit ke keluarga, ia bersama empat rekannya pergi ke Pangandaran.

"Korban berangkat dari rumahnya Rabu (5/8/2020) sore. Korban masih berstatus siswa SD kelas VI, makanya memakai celana merah SD," kata Engkus Kuswara aparat desa yang mendampingi ibu korban menjemput jenazah di Kamar Mayat RSUD Soekardjo Tasikmalaya, Sabtu (8/8/2020).

Baca juga: Jenazah Bocah Bercelana SD di Tasikmalaya, Diduga Jatuh Saat Naik Truk ke Pangandaran, Ibu Syok

Saat di Tasikmalaya, Denar jatuh dari truk.

Empat rekannya ketakutan dan langsung meninggalkan Denar tanpa tahu kondisi Denar masih hidup atau sudah meninggal.

Mereka lalu pulang ke Bandung. Karena takut, mereka memilih tidak mengabarkan kepada pihak keluarga.

Ibu Denar panik saat mengetahui anaknya tak pulang ke rumah ke rumah. Ia sempat mengira anak laki-lakinya sedang bermain layangan. Saat itu pihak keluarga berusaha mencari Denar.

Pada Jumat siang, empat rekan Denar kemudian memberitahukan kejadian sebenarnya pada keluarga Denar.

Baca juga: Identitas Jenazah Bocah Bercelana SD di Tasikmalaya Akhirnya Terungkap

"Teman-temannya itu tidak langsung memberitahukan, diduga karena takut, dan baru diberitahukan kepada keluarga pada Jumat siang," kata Engkus.

Mendengarkan hal itu, pihak keluarga langsung meminta pertolongan ke kantor desa untuk menjemput korban.

Mereka kemudian pergi ke Tasikmalaya untuk mencari Denar dan akhirnya mengetahui jika Denar sudah meninggal dunia.

Saat ini, pihak keluarga sudah berada di rumah sakit dan akan membawa jenazah korban untuk dimakamkan di Bandung.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Irwan Nugraha | Editor: Abba Gabrillin)

Editor: Rachmawati

Artikel Asli