Bocah Laki-Laki di Arab Saudi Meninggal setelah Alat SWAB Test Patah di dalam Hidung

iNews.id Dipublikasikan 05.31, 15/07 • Arif Budiwinarto
Bocah laki-laki di Arab Saudi meninggal dunia setelah alat SWAB Test patah di dalam hidungnya (foto: Gulf News)
Bocah laki-laki di Arab Saudi meninggal dunia setelah alat SWAB Test patah di dalam hidungnya (foto: Gulf News)

SHAQRA, iNews.id - Seorang anak laki-laki di Shaqra General Hospital, Arab Saudi, meninggal dunia setelah alat yang dipakai dalam SWAB Test patah di dalam hidungnya.

Awalnya bocah laki-laki yang namanya dirahasiakan dibawa ke rumah sakit setelah menunjukkan gejala panas tinggi. Saat menjalani SWAB Test untuk mengetahui apakah dia terinfeksi Covid-19, alat yang digunakan patah di dalam hidung. Sehingga dokter melakukan anastesi umum untuk mendapatkan hasil tes dari tenggorokannya.

Sayangnya, setelah tes bocah tersebut ditinggal tanpa perawatan lebih lanjut yang menyebabkan dia kehilangan kesadaran akibat penyumbatan pernapasan. Dia meninggal 24 jam kemudian setelah memasuki rumah sakit.

Dikutip dari Gulf News, Rabu (15/7/20200, ayah sang bocah malang, Abdullah Al Joufan, menceritakan insiden tragis tersebut secara rinci. Al Joufan mengaku sempat menolak prosedur anastesi umum untuk putranya, tetapi dokter terus mendesak.

"Dokter bersikeras bahwa anak itu akan ditangani oleh dokter spesialis, tetapi staf rumah sakit mengatakan bahwa dokter spesialis sedang cuti," kata Al Joufan.

Keesokan harinya, kata Al Joufan, anaknya kehilangan kesadaran akibat penyumbatan saluran pernapasan. Dia meminta pihak rumah sakit memindahkan anaknya ke rumah sakit di kota Riyadh.

"Meskipun disetujui, ambulans datang terlambat. Dia sudah meninggal dunia," lanjutnya.

Al Joufan kemudian melayangkan dua laporan ke otoritas kesehatan Arab Saudi untuk melakukan penyelidikan dugaan malpraktik dalam penanganan putranya.

Laporan kasus tersebut telah sampai ke Menteri Kesehatan Arab Saudi, Dr Tawfiq Al Rabiah. Dia telah menghubungi Al Joufan melalui telepon untuk menyampaikan bela sungkawa. Menkes juga berjanji memerintahkan jajarannya mengusut kasus kematian yang menimpa putra Al Joufan akibat kelalaian prosedur kesehatan.

Artikel Asli