Bocah 12 Tahun Dinyatakan Positif Covid-19 Sehari Setelah Dimakamkan

Kompas.com Dipublikasikan 05.27, 02/06 • Kontributor Bali, Imam Rosidin
Shutterstock
Ilustrasi virus corona

GIANYAR, KOMPAS.com - Seorang anak berusia 12 tahun asal Gianyar, Bali, yang dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test virus corona meninggal di RSUP Sanglah pada Minggu (31/5/2020).

Sehari setelah dimakamkan, hasil tes swab pasien tersebut keluar dan dinyatakan positif Covid-19.

"Pada 1 Juni 2020, Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar menerima laporan hasil Swab dari RSUP Sanglah dengan hasil positif Covid-19," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya saat dihubungi, Selasa pagi.

Wisnu menceritakan, pasien itu mengalami demam dan dirawat di rumah pada 24 Mei. Karena tak kunjung sembuh, anak tersebut dibawa ke RS Ganesha Gianyar pada 28 Mei.

Pasien itu mengalami demam, mual, muntah, dan nyeri saat menelan. Dokter awalnya mendiagnosa pasien itu menderita demam berdarah dengue (DBD).

Tim dokter pun melakukan rapid test virus corona pada 30 Mei 2020. Hasilnya, reaktif.

Pasien lalu dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar karena terjadi penurunan kesadaran dan memerlukan perawatan PICU.

Baca juga: Sejumlah Pantai di Bali Dibuka untuk Turis Asing, Warga Lokal Belum Diizinkan Masuk

Tiba di RSUP Sanglah Denpasar, tim medis mengambil sampel cairan tenggorokan pasien tersebut. Namun, pasien itu meninggal pada 31 Mei.

Jenazah anak itu langsung dimakamkan sesuai prosedur pemulasaraan jenazah pasien Covid-19. Pemakaman itu dihadiri empat anggota keluarga pasien.

Keesokan harinya, hasil tes swab anak tersebut keluar dan dinyatakan positif Covid-19.

Dinas Kesehatan Gianyar menelusuri riwayat kontak dan perjalanan pasien. Hasilnya, kedua orangtua, adik, dan tante pasien itu diketahui melakukan kontak erat.

Mereka melakukan kontak saat merawat dan menjaga pasien itu.

 

Dinas Kesehatan Gianyar akan mengambil sampel cairan tenggorokan mereka hari ini.

"Untuk anggota keluarga dan kerabat yang terlibat dalam prosesi pemakam masih dilakukan pendataan untuk dilakukan rapid test," kata dia.

Keluarga hadiri pemakaman alat pelindung diri

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar Ida Ayu Cahyani Widyawati mengatakan, pemakaman dihadiri empat orang perwakilan keluarga.

Baca juga: Pasien Covid-19 Meninggal di Bali, Ada Gangguan Jantung dan Kencing Manis

Widyawati memastikan pemakaman dilakukan sesuai standar jenazah Covid-19. Jenazah, kata dia, telah ditangani dan dibungkus di RSUP Sanglah.

"Sudah sesuai dengan protokol penyakit menular. Yang memakamkan juga dilakukan rapid test dan hasilnya nonreaktif semua. Keluarga pakai APD standar seperti masker sarung tangan," kata dia.

Penulis: Kontributor Bali, Imam RosidinEditor: Dheri Agriesta

Artikel Asli