Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Kompas.com Dipublikasikan 14.40, 15/12/2019 • Kontributor Garut, Ari Maulana Karang
DOK. Darajat Pass
Darajat Pass, salah satu tempat wisata pemandian air panas di Garut, Jawa Barat.

GARUT, KOMPAS.com – Seorang wisatawan asal Bandung, dilaporkan meninggal dunia saat berenang di kolam pemandian Darajat Pass, yang ada di kawasan wisata Darajat, Kecamatan Pasirwangi pada Jumat (13/12/2019).

ST (10), warga Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (12/13/2019) pagi sekitar pukul 4.30.

Kapolsek Pasirwangi, Iptu Zainuri membenarkan adanya seorang wisatawan yang meninggal dunia saat berenang di kolam pemandian.

Menurutnya, korban bersama orangtuanya menginap di tempat pemandian air panas Darajat Pass dan berenang bersama keluarganya.

Baca juga: Diduga Sakit, Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Kolam Pemandian

“Korban tenggelam di kolam dewasa dan ditolong pengunjung lainnya, posisinya saat ditolong sudah tenggelam,” katanya saat dihubungi, Minggu (15/12/2019) sore.

Sempat dilarang berenang di kolam dewasa

Zainuri menuturkan, awalnya korban memang berenang di kolam anak-anak dan sempat mencoba berenang di kolam dewasa.

Namun saat itu dilarang oleh pengunjung lainnya. Namun, ternyata tanpa diketahui pengunjung lainnya, korban berenang di kolam dewasa.

“Saat ditolong, sempat dapat pertolongan pertama di Puskesmas terdekat dari tempat pemandian, lalu dirujuk ke RSUD dr Slamet Garut sekitar pukul 05.15 pagi,” katanya.

Di RSU dr Slamet Garut, menurut Zainuri korban sempat mendapat pertolongan hingga akhirnya pada pukul 07.10 pagi, korban dilaporkan meninggal dunia dan tidak lama kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan.

Zainuri menuturkan, pihak keluarga korban menolak korban di otopsi karena telah menganggap kejadian tersebut sebagai sebuah musibah.

Baca juga: Wisatawan Asing Jadi Korban Kejahatan di Bali, Ini Kata Kapolda

Diselesaikan secara kekeluargaan

 

Pihak keluarga dan pengelola pemandian pun, bersepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Dihubungi terpisah, Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradonna Armin Mappaseng mengungkapkan untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut pihaknya perlu mendapat laporan dari pihak keluarga dan hasil otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Karenanya, sampai saat ini pihaknya belum bisa melakukan penyelidikan lebih lanjut atas meninggalnya wisatawan di pemandian air panas Darajat Pass.

“Dugaan kelalaian atau hal lainnya, harus ada laporan dulu pada polisi,” katanya saat dihubungi, Minggu (15/12/2019). 

Penulis: Kontributor Garut, Ari Maulana KarangEditor: Aprillia Ika

Artikel Asli