Bobby Nasution Daftarkan Diri Maju Pilkada Medan Melalui Partai Golkar

Tribunnews.com Dipublikasikan 07.56, 14/12/2019 • Faisal Mohay
Menantu Presiden Jokowi, Bobby Afif Nasution membantah bahwa dirinya tengah membangun politik dinasti, dengan maju pada Pilkada Medan 2020. Hal itu disampaikan Bobby di sela-sela nobar di warkop jurnalis Medan, Selasa (10/12/2019) malam.

TRIBUNNEWS.COM - Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution mendatangi kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Medan, Jumat (13/12/2019).

Kedatangan Bobby untuk mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon wali kota Medan pada Pilkada 2020.

Dilansir YouTube Kompas TV, Jumat (13/12/2019) kedatangan Bobby ditemani oleh pamannya, Doli Sinoumba Siregar.  

Bobby mengatakan jika dirinya membuka komunikasi dengan semua partai. 

"Saya kan ke semua partai menjalin komunikasi, kita komunikasi baik. Kita sudah pernah sampaikan kepada semua partai di Sumatera Utara khususnya Medan kita ada hubungan keluarga sumua," ujarnya.

Dikutip dari Kompas.com, Bobby mengatakan Golkar dipilih sebagai kendaraan politiknya setelah berkonsultasi dengan para senior di partai tersebut.

Tidak hanya ke Golkar, Bobby juga terus membangun komunikasi lintas partai.

“Selalu kita minta masukan dari teman-teman, dari senior-senior di partai, bagaimana tahapan untuk mengikuti pilkada ataupun bagaimana solusi untuk menyelesaikan permasalahan di Kota Medan,” ujar Bobby, Jumat.

Bobby memiliki visi misi memperbaiki Kota Medan, sebagaimana yang diinginkan masyarakat.

Menurut Bobby, Golkar adalah rumah keluarga.

Dia juga sudah menjalin komunikasi terlebih dahulu kepada Golkar tentang niatannya maju ke Pilkada Medan.

Soal bakal calon wakil wali kota yang bakal mendampinginya, dia mengatakan masih menjalin komunikasi ke parpol lain.

Bobby Nasution bantah isu dinasti politik (Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

“Makanya tadi saya sampaikan, saya mengembalikan formulir, mengembalikan ke rumah keluarga."

"Karena ada keluarga saya di sini dan tadi sudah disampaikan oleh kader Partai Golkar sendiri. Dan untuk PKS, kita (juga) sudah menjalin komunikasi,” ungkap Bobby.

“Bukan strategi secara politik maksudnya. Cuma itu kita minta saran kemarin, kita minta masukan bagaimana dari teman teman partai, baiknya bagaimana. Karena saya baru di sini, saya belum paham betul masalah politik. Saya minta saran kemudian mereka memberikan saran seperti itu saya ikuti,” ujar Bobby menambahkan.

Bobby optimis Golkar akan mendukungnya. Bobby juga sudah mengembalikan formulir ke PDI Perjuangan.

“Saya sangat memohon doanya untuk sama-sama kita mengerakkan, sama-sama kita membangun kota Medan,” ujar dia.

Bobby mengembalikan formulir ke Golkar di masa perpanjangan waktu. Sebelumnya, Golkar sudah menutup pendaftaran dan kembali membuka pendaftarab dengan masa perpanjangan dari 9-13 Desember 2019.

Sebelumnya, Bobby Nasution membantah isu majunya ia sebagai calon wali kota Medan dalam upaya ingin membangun politik dinasti.

"Mungkin dinastinya dinasti motivasi, kalau dinasti politik, dinasti kekuasaan itu lebih enak kita berkarya," ungkapnya.

Menurutnya dinasti yang dia pakai adalah dinasti motivasi.

"Kalau dibilang dinasti dari mertua saya motivasinya itu semangatnya itu mertua saya, ya saya tidak bisa memuji, tidak bisa bilang sendiri, bisa dilihat kinerjanya," ujarnya dilansir melalui YouTube Kompas TV, Selasa (10/12/2019).

Ia juga menambahkan jika terjun ke politik untuk mencari uang itu salah. 

"Kalau tujuannya untuk mencari uang lebih enak kita menjadi keluarga saja dari pada kita berkecimpung langsung," katanya. (*)

(Tribunnews.com/Faisal Abdul Muhaimin) (Kompas.com/Kontributor Medan, Dewantoro)

Artikel Asli