Blue Bird tunggu kesiapan infrastruktur sebelum tambah jumlah armada taksi listrik

Kontan.co.id Dipublikasikan 11.42, 25/08/2019 • Lidya Yuniartha

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Blue Bird Tbk sudah merealisasikan sebanyak 30 taksi listrik beberapa waktu lalu. Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono menyebutkan pihaknya siap meningkatkan jumlah mobil listrik apabila infrastrukturnya telah siap.

"Kita menargetkan (jumlahnya) berkembang secara bertahap, bertahap tetapi pasti. Kita mau pastikan dulu infrastrukturnya berkembang," tutur Andrianto, Jumat (23/8).

*Baca Juga: Kemenhub: Pengurusan sertifikasi uji kendaraan bisa via online *

Andrianto mengatakan, beberapa kendala mengapa pihaknya belum bisa meningkatkan jumlah kendaraan listriknya secara signifikan karena jumlah charger station atau pengisian bahan bakarnya belum merata. Dia mengatakan, pihaknya masih menunggu rencana dan implementasi dari pemerintah.

"Saat ini yang memadai jumlahnya hanya di kantor kita, yang lain jumlahnya kurang memadai karena sedikit. BPPT punya dua, satu di Serpong satu di Jakarta, Pertamina punya satu, Angkasa pura punya satu. Jadi cuma ada 4, belum cukup jumlahnya," tambah Andrianto.

Tak hanya itu, Andrianto pun mengatakan, dalam mengembangkan kendaraan bermotor listrik, pihaknya masih menunggu industri di dalam negeri berkembang atau turut memproduksi mobil listrik. Dengan begitu, mobil listrik yang digunakan tak berasal dari negara asing.

*Baca Juga: Kendaraan listrik bakal wajib punya suara *

Sementara itu, saat ini Blue Bird menggunakan 25 unit mobil listrik pabrikan BYD dan 5 unit Tesla di jajaran produk Bluebird dan Silvebird yang akan ditingkatkan keseluruhan menjadi sebanyak 200 mobil Iistrik hingga tahun 2020.

Artikel Asli