Bisnis Muji di Amerika Serikat Alami Kebangkrutan

Bisnis.com Dipublikasikan 12.54, 10/07 • Nirmala Aninda
Korporasi asal Jepang, Muji mencatatkan kebangkrutan dalam menjalankan bisnis di Amerika Serikat/Hypebeast
Muji A.S. mengajukan kebangkrutan karena penutupan toko sebagai dari pandemi virus corona (Covid-19).

Bisnis.com, JAKARTA -- Entitas merek ritel asal Jepang, Muji, yang dikenal dengan produk rumah minimalis, mengajukan kebangkrutan, menambah daftar perusahaan di Amerika Serikat yang menderita akibat pandemi Covid-19.

Dilansir melalui Bloomberg, data melaporkan bahwa Muji U.S.A Ltd., yang dioperasikan oleh Ryohin Keikaku Co., mengajukan kebangkrutan Chapter 11 di Pengadilan Negara Bagian Delaware.

Perusahaan tersebut mencatatkan kepemilikan aset dan liabilitas dalam kisaran US$50 juta hingga US$100 juta, dan kewajiban terhadap 200 hingga 999 kreditor.

Ryohin Keikaku mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa Muji A.S. mengajukan kebangkrutan karena penutupan toko sebagai dari pandemi virus corona.

"Sebelumnya, korporasi juga sudah kesulitan dengan kerugian karena tingginya sewa dan biaya lainnya, dan kini sedang mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan penjualan dan menegosiasikan ulang sewa sebelum pandemi melanda," seperti dikutip melalui Bloomberg, Jumat (10/7/2020).

Unit bisnis Muji di AS menambah panjang jumlah perusahaan yang telah menyatakan kebangkrutan di AS tahun ini, lebih dari 110 perusahaan, dan menyalahkan krisis Covid-19 atas kerugian yang mereka derita.

Pandemi telah merugikan peritel di seluruh dunia karena pembatasan sosial untuk mengurangi penularan virus menyebabkan tidak ada orang yang pergi berbelanja dan toko terpaksa tutup.

Penjualan bulanan di gerai Ryohin Keikaku di Jepang turun sekitar setengahnya selama kondisi darurat di negara itu sepanjang bulan April dan Mei.

Pada tahun fiskal terakhir, penjualan dari operasi AS, di mana terdapat 19 toko, merupakan sekitar 2,5 persen dari pendapatan Ryohin Keikaku. Namun, bisnis di AS telah merugi selama tiga tahun fiskal terakhir. Tahun lalu, perusahaan mengalami kerugian sekitar US$10 juta, menurut pernyataan kebangkrutannya.

Meskipun pertumbuhannya cukup pesat dalam dekade terakhir melalui ekspansi internasional yang berfokus pada China, Muji baru-baru ini mengalami beberapa guncangan.

Pertama, produknya yang minimalis dan sederhana mudah dipalsukan, hal ini memicu banyak peniru yang lebih murah dan tentu melemahkan penjualan barang asli.

Pandemi virus corona dan penutupan toko semakin mengurangi bisnis. Ryohin Keikaku melaporkan kerugian operasi selama tiga bulan yang berakhir pada bulan Mei, pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Artikel Asli