Bisnis Konglomerat Tertekan Pandemi, Sebagian Perusahaan Menderita Kerugian

Kontan.co.id Dipublikasikan 23.14, 05/08 • Kenia Intan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun depan, para konglomerat tampaknya tidak bakal menikmati dividen besar. Maklum saja, kinerja emiten-emiten anggota grup konglomerat merosot akibat dampak pandemi Covid-19.

Grup konglomerat rata-rata memiliki bisnis berskala cukup besar di sektor terdampak Covid-19, seperti sektor properti, ritel dan otomotif. Contohnya Grup Lippo.

Baca Juga: OJK Berseteru dengan Perusahaan Djoko Tjandra, Saling Gugat di Pengadilan

Perusahaan keluarga Riady ini memiliki PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) di sektor ritel. Selain itu, Lippo juga berbisnis properti lewat PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).

Menurut Direktur Anugerah Investama Hans Kwee, dampak negatif pandemi ke sektor properti cukup besar karena masyarakat mengerem pembelian properti. Pusat perbelanjaan juga sempat ditutup.

Baca Juga: Satu Lagi Perusahaan Milik Benny Tjokro Resmi Menyandang Status PKPU

Selain itu, kinerja Grup Lippo di bisnis rumahsakit juga tertekan lantaran kunjungan pasien berkurang . Memang, Grup Lippo memiliki segmen bisnis teknoloagi. "Namun, kontribusinya belum besar," tandas Hans, Rabu (5/8).

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendraya mengamati, dari sejumlah emiten konglomerasi, Grup Astra dipandang masih sehat. Walau kinerja terkoreksi, posisi utang dan kasnya masih baik. " Laporan keuangan induknya juga tidak seburuk yang diperkirakan" jelas Wawan.

Baca Juga: Banyak Emiten Properti Membukukan Kerugian, Begini Prospek ke Depan

PT Astra Internatinal Tbk (ASII) membukukan penurunan pendapatan 22,71% . Akan tetapi, ASII masih mampu mencetak laba bersih (lihat tabel kinerja emiten konglomerasi di halaman 2).

Tapi pelaku pasar tampak masih positif dengan prospek Astra. Harga saham ASII naik 36,12% tiga bulan terakhir. Ini mengindikasikan pelaku pasar berekspektasi bisnis otomotif ASII berpeluang kembali menggeliat.

Kinerja Grup Salim masih positif >>>

Hans juga menilai penurunan bisnis di sektor otomotif masih terkompensasi oleh segmen perkebunan yang menguat setelah harga CPO mengalami kenaikan.

 

Kinerja Sejumlah Emiten Konglomerasi Nama Emiten Kode Pendapatan (Rp miliar) Laba / Rugi (Rp miliar) H1-2020 H1-2019 Perubahan H1-2020 H1-2019 Perubahan Grup Astra Astra International ASII 89.795 116.182 -22,71% 11.378 9.803 16,07% Astra Agro Lestari AALI 9.081,02 8.526,44 6,5 391.901 43.716 796,47% Astra Graphia ASGR 1.452,47 1.557,87 -6,77 20,94 56,82 -63,15% Astra Otoparts AUTO 5.653,41 7.588,35 -25,5 -296,09 245,69 na United Tractors UNTR 33.191,66 43.319,37 -23,38 4.060,96 5.661,26 -28,27% Acset Indonusa ACST 748,75 1.546,36 -51,58% -252,2 -404,43 -37,64% Grup Lippo Matahari Department Store LPPF 2.253,15 5.950,33 -62,13% -358 1.162 na Matahari Putra Prima MPPA 3.672,85 4.642,36 -20,88% -219,25 -186,88 -17,32% Multipolar MLPL 5.252,84 6.314,92 -16,82% -570,46 7,11 na First Media KBLV 92,89 89,81 3,43% 2,48 -23,19 na Multipolar Technology ML 1.156,36 1.094,73 5,63% 80,23 52,11 53,96% Siloam International SILO 3.175,75 3.376,85 -5,96% -130,04 4,89 na Lippo Karawaci LPKR 5.332,57 5.473,30 -2,57% -1.251,04 -1.456,18 -14,09% Lippo Cikarang LPCK 1.088,38 686,49 58,54% 400,21 210,04 90,54% Grup Sinarmas Indah Kiat Pulp & Paper * INKP 1.484.099 1.574.656 -5,75% 203.226 146.817 38,42% Pabrik Kertas Tjiwi Kimia * TKIM 450.070 577.712 -22,09% 89.604 104.728 -14,44% Sinar Mas Multiartha SMMA 12.867,41 11.746,52 9,54% 593,3 636,86 -6,84% Puradelta lestari DMAS 252,59 985,18 -74,36% 78,94 625,76 -87,38% SMART SMAR 19.072,73 17.806,39 7,11% 10,78 287,18 -96,25% Delta Dunia Makmur * DOID 352.091 435.354 -0,19 -7.865 4.068 na Smartfren Telecom FREN 4.302,76 3.030,64 41,98% -1.222,07 -1.072,04 13,99% Bumi Serpong Damai BSDE 2.337,79 3.601,35 -35,09% -89,3 2.092,65 na Duta Pertiwi DUTI 717,76 1.176,95 -39,02% 157,38 479,66 -67,19% Grup Salim Indofood CBP Sukses Makmur ICBP 23.047 22.130 4,14% 3.378 2.574 31,24% Indofood Sukses Makmur INDF 39.385 38.609 2,01% 2.842 2.545 11,67% Indomobil Sukses Internasional IMAS 7.380 9.581 -22,97% -347 462 na Indoritel Makmur International DNET 203 90 125,56% 31 202 -84,65% Nippon Indosari Corpindo ROTI 1.674 1.578 6,08% 91 101 -9,90% PP London Sumatera Indonesia LSIP 1.566 1.596 -1,88% 93 10 787,31% Salim Ivomas Pratama SIMP 6.873 6.502 5,71% -301 -310 -3,02% Nusantara Infrastructure META 943 346 172,86% 36,89 93 -60,33% Grup Bakrie Bakrie & Brothers BNBR 1.318 1.712 -23,01% -125,34 222,68 na Grup MNC MNC Investama BHIT 7.148 7.827 -8,68% -480 261 na Global Mediacom BMTR 5.862 6.361 -7,84% 552 597 -8,28% MNC Vision Networks IV 1.734 1.549 11,94% 105 25 76,45% Media Nusantara Citra MNCN 3.967 4.252 -6,70% 956 1.158 -21,10% MNC Kapital Indonesia BCAP 1.208 1.329 -9,10% 7 23 -241,67% MNC Land KPIG 368 528 -30,35% 91 314 -245,77% MNC Studios International MSIN 716 954 -24,95% 76 126 -66,06% MNC Sky Vision MSKY 1.016 1.198 -15,19% -84 -88 -5,09% *Dalam ribuan dollar AS

Emiten yang bergerak di sektor barang konsumen juga berpotensi menopang bisnis perusahaan konglomerasi.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Bisa Bullish Lagi, Ada Peluang Akumulasi Saham Berikut Ini

Grup Salim, yang memiliki ICBP dan INDF, masih bisa mendapat jatah dividen lumayan dari emiten ini lantaran kinerja perusahaan barang konsumsen masih naik.

Artikel Asli