Bisakah Membedakan Gado-gado dari Betawi dan Surabaya?

Kompas.com Dipublikasikan 01.00, 20/11/2019 • Syifa Nuri Khairunnisa
Ocdp/Wikimedia Commons
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.COM – Gado-gado hingga kini selalu jadi makanan favorit sebagian besar orang Indonesia. Apalagi dengan berbagai macam sayuran yang jadi bahan utama gado-gado, makanan ini selain enak juga dianggap menyehatkan.

Umumnya, banyak orang mengira bahwa gado-gado berasal dari Betawi. Namun ternyata, gado-gado juga berasal dari salah satu kota besar di Indonesia, yaitu Surabaya. Lantas, apa bedanya gado-gado Betawi dan gado-gado Surabaya?

“Perbedaan signifikan ada di bumbu kacangnya. Kalau di gado-gado Surabaya di bumbu kacangnya dicampur santan,” jelas President of Association of Culinary Professionals Stefu Santoso dihubungi Kompas.com, Selasa (19/11/2019)

Sementara dalam gado-gado Betawi Stefu mengatakan bumbu kacang tidak menggunakan santan. Melainkan hanya menggunakan bumbu kacang biasa yang dicampur dengan terasi, gula jawa, dan air asam.

Menurut Stefu, penambahan santan dalam bumbu kacang ini berguna untuk memberi cita rasa yang berbeda. Santan dalam bumbu kacang akan membuat bumbu terasa lebih gurih pada gado-gado.

Sementara untuk bahan-bahan lainnya yang digunakan tak berbeda sama sekali. Sedikit perbedaan lainnya juga terletak di proses penyajiannya.

Dalam gado-gado Surabaya, para penjual biasanya mencampur semua bahan bumbu kacang. Lalu bumbu cair ini kemudian disiramkan ke atas sayuran rebus dan kerupuk yang sudah ditata rapi.

Hal ini sedikit berbeda dari gado-gado Betawi, bumbu kacang yang sudah diulek hingga halus kemudian dicampur dengan sayuran rebus langsung di dalam cobek. Maka dari itu gado-gado Surabaya sering juga disebut gado-gado siram.

Penulis: Syifa Nuri Khairunnisa

Editor: Silvita Agmasari

Artikel Asli