Billie Eilish Ingin Membuat Konser Lebih Ramah Lingkungan

Femina Dipublikasikan 12.00, 13/10/2019 • NF0365

Foto: Instagram @billieeilish

Konser dunia Billie Eilish yang akan digelar tahun depan di Amerika dan Eropa sudah dinanti-nanti dan diantisipasi penggemar. Dalam wawancara dengan Jimmy Fallon, Billie yang terkenal dengan busana kebesaran ini bilang kalau ia ingin konser yang ia gelar, sebisa mungkin ramah lingkungan. Ia lalu menjelaskan, jika ia akan membuat aturan bahwa penonton harus membawa botol air minum yang bisa diisi ulang dan tidak akan ada sedotan plastik di area konser. 

Juga akan ada tempat menampung kaleng untuk didaur ulang di area konser. Wanita yang mengaku mencintai hewan dan menjadi vegetarian ini berharap, dapat menularkan gaya hidup ramah lingkungan pada penggemarnya. Pelantun lagu Bad Guys ini sebelumnya juga pernah bekerja sama dengan Greenpeace untuk menyuarakan keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan dan seruan bagi masyarakat untuk peduli. 

Tak dipungkiri Billie Eilish kini salah satu bintang musik pop yang paling bersinar. Dengan follower di Instagramnya yang mencapai 40,3 juta orang, wajar kalau ia dianggap memiliki pengaruh besar, terutama pada anak muda generasinya. Semoga langkah ini bisa jadi awal yang baik. 

Namun sesungguhnya, untuk menggelar konser yang memiliki konsep ramah lingkungan, adalah lebih dari sekadar menyediakan tempat sampah yang memiliki beberapa kategori dan anjuran membawa tempat air minum sendiri. Apalagi, jika seperti di Jakarta, kebanyakan konser dalam ruangan melarang penonton membawa botol air ke dalam venue.

Konser yang ramah lingkungan jauh lebih dari itu. Misalnya, untuk mengurangi jejak karbon yang melonjak karena pergerakan Billie dan kru, serta penonton menuju dan dari venue konser, disediakan kendaraan yang bisa digunakan bersama. Shuttle bus untuk membawa penonton ke tempat konser, misalnya. Lalu untuk sumber tenaga listrik yang digunakan untuk menyalakan lampu dan pengeras suara. Ribuan watt yang biasanya didapat dari tenaga diesel,  diubah berasal dari tenaga surya. Tenda, poster, dan apapun yang berpotensi menyumbang sampah di akhir konser pun harus diminimalisir.  

Menciptakan konser ramah lingkungan memang tak semudah itu. Tapi bukan berarti usaha yang dilakukan artis, promotor, penyelenggara, dan penonton dengan cara masing-masing akan sia-sia. (f)

Artikel Asli