Bill Gates Sumbangkan Rp2,17 Triliun untuk Pengadaan Vaksin Corona Negara Miskin

Merdeka.com Dipublikasikan 06.52, 10/08

                Bill Gates. ©2017 Merdeka.com
Donasi triliunan milik orang terkaya dunia tersebut akan disalurkan melalui Aliansi Vaksin Dunia, Gavi. Gavi adalah sebuah organisasi yang menegosiasikan dan mendanai vaksin untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Pendiri Microsoft, Bill Gates mengalokasikan dana senilai USD 150 juta atau sekitar Rp2,17 triliun (asumsi kurs Rp 14.500 per USD) kepada Serum Institute of India, produsen vaksin terbesar di dunia. Dana tersebut merupakan donasi untuk menghasilkan 100 juta dosis vaksin Virus Corona yang akan disalurkan bagi negara-negara miskin di dunia.

Melansir Forbes, donasi triliunan milik orang terkaya dunia tersebut akan disalurkan melalui Aliansi Vaksin Dunia, Gavi. Gavi adalah sebuah organisasi yang menegosiasikan dan mendanai vaksin untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Dana itu memungkinkan Serum Institute of India untuk memulai produksi vaksin dari mitranya, perusahaan farmasi AstraZeneca dan Novavax. Apabila nantinya penelitian vaksin di kedua perusahaan besar ini rampung dan disetujui, maka produksi vaksin akan segera dilakukan secara massal.

Adapun AstraZeneca merupakan perusahaan farmasi asal Inggris yang pengembangan vaksinnya diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Perusahaan ini menjadi salah satu kandidat terkuat untuk resmi sebagai vaksin Covid-19.

Vaksin milik AstraZeneca yang dikembangkan bersama Universitas Oxford telah memasuki uji klinis tahap 3. Sementara vaksin yang dikembangkan Novavax, perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, baru saja merampungkan uji klinis tahap 1.

"Terlalu sering kita melihat negara-negara paling rentan tertinggal di belakang antrian dalam hal perawatan, diagnostik, dan vaksin baru. Dengan vaksin Covid-19 kami ingin segalanya berbeda," ujar CEO Gavi Seth Berkley dalam situs tersebut.

Total Dana Sumbangan Bill Gates

Berkley menyebut, apabila hanya negara-negara terkaya di dunia yang dilindungi, maka perdagangan internasional dan aktivitas ekonomi masyarakat secara keseluruhan akan terus terpukul karena pandemi tetap merajalela di seluruh dunia.

"Kolaborasi baru ini merupakan langkah penting dalam upaya kami untuk mencegah hal tersebut terjadi. Membantu dan memastikan agar kami memiliki kapasitas produksi tambahan agar mulai memproduksi dosis bagi setiap negara, bukan hanya beberapa orang kaya," jelasnya.

Hingga saat ini Bill & Melinda Gates Foundation telah mengucurkan dana total senilai USD 350 juta atau sekitar Rp5,07 triliun untuk penanganan pandemi. Dana itu digunakan mempercepat pengembangan perawatan, vaksin dan langkah-langkah kesehatan lainnya di masyarakat untuk melawan Virus Corona baru tersebut.

Artikel Asli