Biasa Gunakan Fitur Paylater? Waspadai Bahayanya

kumparan Dipublikasikan 03.43, 18/01/2020 • Dewi Rachmat Kusuma
Ilustrasi belanja online Foto: Shutterstock

Saat ini, banyak jenis pembayaran digital. Orang tidak perlu repot-repot membawa uang kertas ke mana-mana.

Bahkan baru-baru ini dompet digital seperti Go-Pay dan Ovo memberikan fasilitas Paylater (bayar nanti).

Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi Andy Nugroho mengatakan, fitur bayar nanti berpotensi membuat kita semakin boros.

“Bayangin kamu lagi rebahan di kasur sambil main handphone, pas buka aplikasi marketplace lihat ada barang yang selama ini kamu impi-impikan namun belum kebeli, karena tabungan belum cukup. Tapi bila belinya pakai cara paylater, selain kamu bisa dapet diskon, bayarnya bisa dicicil pula. Apa enggak langsung gatel tuh jari pengen mencet tombol beli?” katanya kepada kumparan, Sabtu (18/1).

Ilustrasi belanja online saat Harbolnas Foto: Shutterstock

Untuk itu, Andy menyarankan agar tidak menggunakan fitur paylater pada saat tidak ada uang atau lagi banyak tagihan.

“Jangan sampai ketika kamu pencet tombol itu sambil teriak YOLO! (You Only Live Once), ketika waktunya bayar tagihan kamu teriak ampun Ya Allah! karena tagihan utang makin menumpuk,” sambungnya.

Menurutnya, dengan semakin praktisnya kita bertransaksi membeli sesuatu jadikan sebagai alat yang memudahkan hidup kita, bukan justru bikin boros. Apalagi bila kemudian barang-barang yang kita beli juga bukanlah barang-barang yang benar-benar kita butuhkan secara mendesak atau hanya sekadar gaya hidup saja.

So pilihan ada di kamu, bijak dalam menggunakan fasilitas paylater ya,” tukasnya.

Artikel Asli