Biadab, Istri Tendang Kepala Suami yang Sakit Stroke dengan Alasan Capek Merawat

iNews.id Dipublikasikan 12.05, 04/07 • Ramli Nurawang
Rukyah tega menendang kepala suaminya Husen, saat dimandikan di depan rumah di Kabupaten Lombok Timur, NTB, Kamis (2/7/2020). (Foto: iNews/Ramli Nurawang)
Rukyah tega menendang kepala suaminya Husen, saat dimandikan di depan rumah di Kabupaten Lombok Timur, NTB, Kamis (2/7/2020). (Foto: iNews/Ramli Nurawang)

LOMBOK TIMUR, iNews.id – Perbuatan seorang istri di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), ini sungguh biadab. Dia tega menendang suaminya yang menderita stroke saat sedang dimandikan di halaman rumah. Video kejadian ini pun menjadi viral di media sosial dan memicu kemarahan warga.

Dalam video berdurasi 5 menit ini, sang istri, Rukyah (45), warga Desa Dasan Lian Daya, Desa Aikmel Utara, bersama anaknya, terlihat sedang memandikan suaminya Husen (60), yang menderita stroke di halaman rumah.

Rukyah tampak mengomel saat memandikan suaminya. Sambil menyiramkan air dari keran ke arah suaminya yang duduk di lantai, Rukyah menendang kakinya. Tak lama kemudian, dia kembali mengomel sambil menendang kepala sang suami. Sang suami yang mendapat perlakuan keji hanya bisa pasrah.

Sang anak pun terlihat meniru perilaku ibunya. Dia mencipratkan sabun dari kain yang digunakan menggosok badan ke wajah sang ayah.

Beberapa saat setelah dia menggosok badan dan kepala ayahnya dengan sebuah kain, dia pun melemparkan kain basah itu ke arah ayahnya duduk. Kejadian itu tidak lama setelah sang ibu menendang ayahnya dua kali. Melihat ulah sang anak yang tidak pantas, Rukyah malah tidak menegur.

Kejadian ini terjadi Kamis sore lalu (2/7/2020) dan videonya akhirnya viral di media sosial. Bhabinkamtibmas Desa Aikmel Utara Suandi yang menonton video viral itu akhirnya turun tangan. Dia langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).

Suandi mengatakan, saat mendatangi Rukyah, dia menanyakan alasan perempuan itu tega menganiaya suaminya yang sakit. Rukyah beralasan sudah capek merawat sang suami yang sudah satu tahun lebih menderita stroke.

“Saya sampaikan, apa sebabnya ibu sampai seperti ini, istilahnya menganiaya suami dan itu sudah masuk kategori kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Jawabannya, karena sudah terlalu capek,” kata Suandi, Sabtu (4/7/2020).

“Saya tanya, capeknya berapa tahun. Dia jawab sekitar satu tahun lebih,” ujarnya.

Suandi sangat menyayangkan perbuatan Rukyah yang juga terjadi di depan anaknya. Seorang istri sudah seharusnya menghormati dan menghargai suami, apalagi suaminya sedang sakit stroke. Rukyah mestinya sabar merawat.

“Menurut agama yang kita anut, Islam, ini kan suami ibu ini sebagai pintu surga ibu. Trus kalau ibu seperti ini, berarti surga untuk ibu tidak ada, apakah sepantasnya ibu melakukan seperti ini,” kata Suandi mengulangi perkataannya saat bertemu dengan Rukyah.

Dia menasihati Rukyah agar bersabar dan menghargai suami yang sedang sakit. Aparat kepolisian dari Polsek Aikmel dan aparat desa setempat juga meminta Rukyah membuat surat pernyataan agar tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Suandi juga mengatakan, setelah dinasihati, Rukyah meminta maaf atas perbuatannya pada sang suami dan memicu kemarahan warga.

“Saya bilang, dulu di waktu suami ibu sehat, bagaimana ibu. Seandainya ibu diperlakukan seperti itu, bagaimana? Diam dia. Trus dia meminta maaf atas perlakuannya terhadap suaminya,” ujar Suandi.

Dari kunjungan Bhabinkamtibmas juga terungkap, selama ini, Husen hanya tidur seorang diri di teras rumah dengan pagar terpal. Sementara istri, anak, dan menantunya tidur di dalam kamar rumahnya.

“Kami sangat menyayangkan hal ini. Kenapa di saat suaminya sakit stroke, malah disuruh tidur di luar, di terpal itu,” ujarnya.

Diketahui, Husen dengan Rukyah menikah untuk kedua kalinya sejak 20 tahun silam dan dikaruniai dua orang anak. Keduanya menikah dengan perbedaan usia yang cukup jauh, yaitu 15 tahun.

Artikel Asli