Besok siang, ribuan mahasiswa bakal kembali demo desak Perppu KPK di depan Istana

Kontan.co.id Dipublikasikan 14.06, 16/10/2019 • kompas.com

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seruan aksi demo mahasiswa kembali bergema menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) se Jabodetabek-Banten menyerukan aksi #tuntaskanreformasi mendesak Perppu KPK pada Kamis (17/10) besok, berlokasi di Istana Negara, Jakarta.

Seruan mereka unggah melalui akun Instagram BEM-SI dengan alamat @bem_si, Rabu (16/10) sore. Ghozi Basyir, Koordinator Media BEM-SI, membenarkan soal seruan aksi dan rencana demonstrasi mahasiswa tersebut di Istana Negara. "Bener, benaran ada aksi," kata Ghozi seperti dikutip Antara.

*Baca Juga: Ketua KPK: Pemerintah minta tak ada lagi OTT, pencegahan atau KPK mau dimatikan? *

Ghozi mengatakan, aksi ini akan diikuti mahasiswa dari aliansi BEM-SI Jabodetabek dan Banten, dengan estimasi massa sekitar 2.000 orang. Aksi tersebut rencananya mulai jam 13.00 WIB sampai selesai, sekitar jam 18.00 WIB.

Terkait penyataan Polri yang tidak mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) demonstrasi menjelang pelantikan Presiden, Ghozin menegaskan, mahasiswa tetap akan turun melakukan aksi. "Kita mah di negara demokrasi, tetap gelar aksi. Kan, surat aksi itu pemberitahuan, bukan izin," ujarnya.

*Baca Juga: Jokowi diam ditanya Perppu KPK, Bamsoet dan Basarah minta tanya soal pelantikan *

Dalam unggahan di akun media sosial BEM-SI, seruan aksi mahasiswa ini mendesak pemerintah menuntaskan reformasi dan menghentikan berbagai hal buruk yang terjadi di Indonesia. Aksi ini juga berlandas semangat 20 tahun reformasi yang menghendaki pemberantasan korupsi.

Kehadiran KPK sebagai bukti kuat kehendak membasmi korupsi. Pengesahan revisi UU KPK mendorong aksi mahasiswa di seluruh Nusantara dan mendesak Presiden untuk mengambil sikap. Situasi ini mendorong mahasiswa bereaksi dengan gerakan yang mereka sebut sebagai Reformasi Dikorupsi.

Terkait ada isu demo mahasiswa ditunggangi dan bagaimana langkah antisipasi mencegah tidak terjadi kericuhan, Ghozi menyebutkan, tetap fokus pada tuntutan mahasiswa dan tidak menginginkan kericuhan. "Waktu itu dari ITB dari korlap sudah mengatakan, sebenarnya tidak mau aksi itu ricuh, tidak ada revolusi, kita tidak mau ada kata-kata itu ke pemerintah. Kita tetap fokus tuntutannya itu, kenapa harus ricuh," sebutnya.

Untuk mengantisipasinya, Ghozi menambahkan, BEM-SI akan mengkondisikan dan membuktikan kalau demo kali ini tidak akan ricuh. "Antisipasi itu dengan mengkondisikan dari aliansi BEM SI sendiri, makanya itu besok kita membuktikan, kemarin aksi di DPR juga damai, kan. Makanya, kita akan buktikan lagi kalau aksi besok tidak akan ricuh," tegasnya.

*Baca Juga: Revisi UU KPK berlaku besok, pemerintah belum bahas aturan turunannya *

Ghozi juga menegaskan, aksi besok tidak akan ada revolusi reformasi, sekaligus membuktikan demo akan berjalan kondusif. "Ada isu di media juga, ngapain si BEM-SI aksi ketika pelantikan, mending istirahat saja, kata Ngabalin dan lain-lain. Tapi, dari kita aksi kita tidak seperti itu, bukan mengarah ke ricuh dengan segala macem. Kita tidak ada unsur-unsur segala macam atau menghentikan pelantikan," kata Ghozi.

Hingga saat ini Presiden belum menyampaikan sikapnya soal UU KPK hasil revisi. Beleid tersebut akan berlaku pada Kamis besok, meskipun Jokowi tidak menandatangani UU itu.

Penulis: Sandro Gatra

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kamis Siang, Ribuan Mahasiswa Bakal Kembali Demo Desak Perppu KPK di Depan Istana"

Artikel Asli