Besok ajukan pendaftaran, vaksin corona buatan Rusia yang pertama terdaftar di dunia

Kontan.co.id Dipublikasikan 17.05, 10/08/2020 • SS. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Wakil Menteri Kesehatan Rusia Oleg Gridnev mengatakan, Gamaleya National Research Center bakal mendaftarkan vaksin virus corona baru mereka pada Rabu besok, 12 Agustus. Ini bakal menjadi vaksin Covid-19 yang pertama terdaftar di dunia.

MengutipRIA Novosti, rt.com melaporkan, Gridnev menyebutkan, petugas medis dan lansia akan menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin virus coron.

Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko pekan lalu mengumumkan, program vaksinasi nasional akan bergulir pada Oktober mendatang. Semua biaya akan ditanggung oleh Pemerintah Federal Rusia.

"Pendaftaran vaksin yang dikembangkan di Gamaleya Center akan dilakukan pada 12 Agustus," kata Gridnev. 

Baca Juga: Rekor baru! Kasus corona di Amerika lampaui 5 juta

“Sekarang tahap terakhir, ketiga, sedang berlangsung. Ini adalah bagian pengujian dan sangat penting. Kita harus memahami vaksin itu sendiri harus aman," ujar dia.

Kementerian Kesehatan menyatakan, “dokumen yang diperlukan untuk registrasi vaksin yang dikembangkan oleh Gamaleya Center, termasuk data dari uji klinis, sedang dalam pemeriksaan. Pendaftaran akan diputuskan berdasarkan hasil pemeriksaan".

Uji klinis vaksin Gamaleya Center dilakukan di Universitas Sechenov, Moskow pada 18 Juni lalu. Dalam pengujian yang melibatkan 38 sukarelawan, formula tersebut lolos protokol keamanan. Vaksin juga menunjukkan kekebalan terhadap infeksi.

Vadim Tarasov, ilmuwan di Universitas Sechenov, mengatakan, Rusia bisa lebih maju karena telah menghabiskan 20 tahun terakhir mengembangkan keterampilan dalam pembuatan vaksin dan mencoba memahami bagaimana virus menular.

Baca Juga: Kasus harian turun, PM Singapura: Krisis virus corona masih jauh dari selesai

Space Race

Teknologi di balik vaksin virus corona buatan Rusia mengacu pada adenovirus, flu biasa. "Dibuat secara artifisial, protein vaksin mereplikasi protein Covid-19, memicu respons kekebalan yang mirip dengan yang disebabkan oleh virus corona itu sendiri," kata Tarasov. 

Dengan kata lain, imunisasi mirip dengan bertahan hidup dari virus, tetapi tanpa risiko yang mengancam nyawa.

Kirill Dmitriev, CEO Russian Direct Investment Fund (RDIF), yang mendanai penelitian vaksin yang dikembangkan Gamaleya Center, minggu lalu membandingkan proses penemuan vaksin dengan Space Race. 

"Orang Amerika terkejut ketika mereka mendengar bunyi bip Sputnik. Hal yang sama terjadi pada vaksin ini. Rusia akan sampai di sana dulu,” katanya kepadaCNN. 

Baca Juga: WHO larang negara maju monopoli vaksin virus corona, ini alasannya

Dmitriev mencatat, pengalaman Rusia dalam mengerjakan pengobatan untuk Ebola dan MERS memberi para ilmuwan keuntungan dalam menanggapi pandemi saat ini.

Hingga Senin (10/8), kasus virus corona di Rusia mencapai 892.654, dengan kematian 180.972.

Artikel Asli