Bertemu Sultan HB X, Puan Maharani Bahas Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire

Kompas.com Dipublikasikan 10.11, 20/01/2020 • Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
DIY - Ketua DPR Puan Maharani, saat menemui wartawan usai melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di kompleks kantor Kepatihan, Yogyakarta, Senin (20/1/2020).

Salah satu yang dibahas dalam pertemuan ini mengenai fenomena munculnya kerajaan-kerajaan baru.

Pertemuan antara Ketua DPR RI Puan Maharani dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X berlansung tertutup. Pertemuan berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB hingga 14.30 WIB.

Baca juga: Upacara Piodalan Diprotes, Sultan HB X: Saya Minta Pak Bupati Menangani

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, salah satu agenda yang dibicarakan dalam pertemuan mengenai fenomena munculnya kerajaan-kerajaan baru.

"Itu memang salah satu agenda yang dibicarakan bahwa maraknya keraton Sunda Empire dan lain-lain," ujar Ketua DPR RI Puan Maharani usai melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Senin (20/1/2020).

Puan Maharani menyampaikan fenomena munculnya kerajaan baru seperti Keraton Agung Sejagat di Purworejo dan Sunda Empire di Jawa Barat sudah dicermati oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Hal ini dilakukan untuk mengetahui kenapa muncul fenomena tersebut.

"Keraton Sunda Empire dan lain sebaginya itu sudah dicermati oleh BIN dan aparat terkait, aparat hukum. Sehingga kenapa, bagimana dan mengantisipasinya bagimana," jelasnya.

Baca juga: Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Seperti diketahui, masyarakat digegerkan dengan munculnya Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah yang didirikan oleh Toto Santoso.

Saat ini, Toto Santoso yang menjadi raja di Keraton Agung Sejagat telah ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka.

Tak hanya Toto, Ratu Keraton Agung Sejagat yakni Fanni Aminadia juga turut menjadi tersangka.

Setelah itu, belum lama ini juga viral di media sosial kekaisaran yang menamakan diri Sunda Empire.

Penulis: Kontributor Yogyakarta, Wijaya KusumaEditor: Khairina

Artikel Asli