Bertemu Dokter Tirta, Anji: Maaf Atas Kegaduhan yang Terjadi

Tempo.co Dipublikasikan 11.42, 04/08/2020 • Istiqomatul Hayati
Anji. Instagram/@duniamanji
Anji bertemu dengan Dokter Tirta dan dua temannya, yang membawa titipan nasihat dari Kepala BNPB Doni Monardo.

TEMPO.CO, Jakarta - Anji memenuhi janjinya bertemu dengan Dokter Tirta dan dua kawannya untuk membahas kontroversi yang ia buat sejak Idul Adha lalu. Mereka bertemu di Gunung Puntang, Banjaram Bandung pada Selasa sore, 4 Agustus 2020 tempat Anji menepi sejak Senin, 3 Agustus 2020 setelah dihujat berbagai pihak karena konten di Youtubenya yang kini dihapus karena dianggap membahayakan.

"Hari ini saya bertemu dengan @dr.tirta, @dr.widihadian, dan @dr.fajriaddai. Dokter Tirta membawa nasihat untuk saya dari Kepala BNPB, Pak Doni Monardo, tentang hal yang terjadi beberapa hari belakangan. Sementara Dr. Widi dan Dr. Fajri sharing mengenai jurnal ilmiah, tentang tahapan sebuah temuan bisa menjadi obat," tulisnya di akun Instagramnya, Selasa petang.

Anji membuat heboh setelah mengundang Hadi Pranoto, seorang yang disebut dan ditulisnya sebagai pakar mikrobiologi, profesor, dan dokter. Hadi Pranoto disebutnya menemukan serum antibodi Covid-19, obat untuk menangani Covid-19. Hadi mengklaim obat itu sudah menyembuhkan 250 ribu penderita Covid, padahal jumlah pasien Covid-19 tak sampai 200 ribu.

Konten yang berjudul Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!! itu tayang di kanal Youtubenya, Jumat, 31 Juli 2020. Lantaran banyak yang melaporkan, manajemen Youtube menghapusnya dua hari kemudian.

Netizen pun menelisik latar belakang keilmuwan Hadi Pranoto. Setelah memancing reaksi, Hadi mengakui ia bukan dokter, profesor, dan pakar mikrobiologi. Anji dan Hadi dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Anji selanjutnya memilih menepi ke Malabar, Jawa Barat.

Menurut Anji, ia mengajak Dokter Tirta untuk berdiskusi di Gunung Puntang karena dirinya tengah mengikuti acara Bebersih Puntang bersama komunitas Pecinta Alam. Ia menepis bahwa kunjungannya ke gunung yang terdapat perkebunan kopi itu karena peristiwa ini. "Acaranya sudah direncanakan sejak jauh hari."

Artikel Asli