Bersiap New Normal, Desainer Pakaian Rancang APD yang 'Fashionable'

Trending Now! Dipublikasikan 03.00, 06/06
IG/Production.club
IG/Production.club

Masyarakat telah nyaman mengenakan pakaian santai selama mengisolasi diri di rumah. Namun dengan "new normal" disebut telah berada di depan mata, apakah pakaian di lemari aman dan cocok untuk dipakai ke luar? 

Bagi sejumlah orang, hal itu bukanlah opsi sehingga beberapa desainer telah membuat pakaian dengan fungsi layaknya alat pelindung diri (APD) namun dengan model yang lebih…fashionable.

Berikut ini di antaranya:

1. Jumpsuit dari Monosuit

Lihat postingan ini di Instagram

“In the process of designing this model, I primarily thought about safety and comfort, of course. I really want women to feel protected, while not forgetting about the beauty. All of us are now forced to wear masks and gloves, but I tried to combine convenience, safety and style in one product” - says Maria Agapkina, designer of the MONOSUIT brand. ⠀ Will you feel safe in our jumpsuit Second Skin with your face and hands protected when you are in a crowded place? ⠀ «Придумывая эту модель, я прежде всего думала о безопасности и, конечно, комфорте. Мне очень хочется, чтобы женщины чувствовали себя защищенными, при этом не забывая о красоте. Да, все мы сейчас вынуждены носить маски и перчатки, но я попробовала совместить удобство, безопасность и стиль в одном изделии» - рассказывает дизайнер бренда MONOSUIT Мария Агапкина. ⠀ А вы бы почувствовали себя защищенными в нашем комбинезоне Second Skin, который защищает лицо и руки, когда вы находитесь в людных местах? ⠀ Заказать онлайн: monosuit.com wildberries.ru/brands/monosuit lamoda.ru – ищи «monosuit» ⠀ Patented Secret zippers for 🚻 since 2013 Запатентованные секретные молнии для 🚻 с 2013

Sebuah kiriman dibagikan oleh MONOSUIT (@monosuit) pada 3 Mei 2020 jam 10:45 PDT

Desainer Monosuit yang berbasis di New York telah merancang jumpsuit bermodel APD yang nyaman dan fashionable untuk dipakai di setiap musim. Selain mencegah Covid-19, pengguna jumpsuit ramah lingkungan karena berteknologi tinggi yang terbuat dari benang daur ulang dan perlu memakan 7 tahun lamanya untuk dirancang! 

Tim Monosuit merinci bahwa produknya memiliki "gabungan antara keselamatan, kenyamanan, dan estetika dalam satu model inovatif, 'Second Skin'." 'Zero waste' adalah tujuan akhir dari inisiatif ini.  Desainer label Maria Agapkina, mengatakan bahwa produk buatannya itu sangat nyaman sehingga bisa digunakan baik pergi ke supermarket atau pun ke taman untuk yoga. 

Proses merancangnya yang rumit membuat jumpsuit ini dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Lengkap dengan masker wajah dan sarung tangan, Monosuit melepasnya seharga US$ 350 atau setara sekitar Rp 4,9 juta.

2. APD untuk Clubbing

Lihat postingan ini di Instagram

Micrashell features an air-tight top suit & hybrid soft+hard helmet made of tactical, high performance cut fabric and developed for durability, endurance and easy disinfecting procedures. Link in bio!

Sebuah kiriman dibagikan oleh Production.Club (@productionclub) pada 27 Apr 2020 jam 10:08 PDT

Klub malam di seluruh dunia masih ditutup untuk mencegah terjadinya klaster baru Covid-19. Namun ketika nanti akhirnya kembali dibuka, party goers bisa memperhitungkan jubah APD yang dibuat oleh desainer Production Club untuk berkumpul dengan aman di klub malam. 

Jubah APD ini memang dirancang khusus untuk clubbing, setelan Micrashell yang kedap udara ini menutupi seluruh bagian atas tubuh, dan bahkan memiliki sistem yang memungkinkan pemakainya menggunakan vapedan mengonsumsi minuman. Tujuan para desainer merancang jubah ini adalah untuk merespon orang-orang yang enggan mematuhi peraturan lockdown dan masih pergi ke klub malam. 

Jubah yang memiliki sistem filtrasi setingkat dengan masker N95 ini juga dilengkapi dengan lampu LED merah dan sensor untuk mengingatkan jaga jarak. Selain itu, juga disematkan speaker untuk memudahkan komunikasi, kamera, serta LED warna-warni untuk menandai jika kamu sibuk, sedang beristirahat, atau bersantai.

Tentunya jubah yang tertutup ini juga bisa terkoneksi dengan bluetooth sehingga kamu dapat mengangkat panggilan telpon. Berminat? Sayangnya, belum ada label harga untuk Micrashell atau pun tidak ada rencana kapan prototype bakal tersedia untuk umum.

3. Gaun APD dari Michael Levya

**Lihat postingan ini di Instagram

MLauren | Knee length Non-medical PPE dress _ ML by Michael Leyva creates a collection of fashionable non-medical PPE to adapt in NEW NORMAL. This collection is made of lightweight, water-resistant and washable fabrics, making you protected in style. Be safe and protected in style! For more Information, you can contact us: 📞 +63 917 102 4050 ✉️ mlbymichaelleyva@gmail.com Or send us your message here……

Sebuah kiriman dibagikan oleh ML by Michael Leyva (@mlbymichaelleyva) pada 20 Mei 2020 jam 2:06 PDT**

Michael Levya merupakan fashion label baru yang terbentuk selama pandemi Covid-19, terbukti dari taglinenya yang berbunyi "menciptakan fashion dalam new normal". Kreasinya pun tentunya senada dengan tagline tersebut, mereka memproduksi gaun-gaun menyerupai jubah lab anti air yang aman dan dapat melindungi penggunanya dari partikel droplets, namun tetap nyaman dan fashionable untuk dipakai sehari-hari. Jubah APD non-medis itu terbuat dari microfiber yang ringan, tahan air dan dapat dicuci. 

4. Mantel Taffeta dari Vania Romoff

Lihat postingan ini di Instagram

Our Protective Outerwear set in black microfiber. 🖤 studiovaniaromoff ( No model for now so our look book is all me haha and photographed by the hubby ?✌🏻

Sebuah kiriman dibagikan oleh VANIA ROMOFF (@vaniaromoff) pada 26 Mei 2020 jam 9:17 PDT

Desainer Vania Romoff memutuskan untuk membuat mantel APD bergaya simpel. Siluet dan lengan yang kebesaran memudahkan penggunanya untuk memakai mantel dengan ansambel apa pun. Garis leher yang tinggi juga memberikan perlindungan ekstra. Ia memilih untuk melakukan APD gaya mantel daripada terusan karena ini adalah sesuatu yang lebih praktis.

***

Kalau kalian tertarik dengan desain jubah yang mana? Yuk share di kolom komentar!