Bermain di Liga Italia, Wonderkid Asal Indonesia Ini Telan Kekalahan Perdana

Bolalob Diupdate 02.56, 17/09/2019 • Dipublikasikan 02.30, 17/09/2019 • Rifqi Fadhillah

Hasil minus didapatkan oleh pemain muda asal Indonesia, Emir Eranoto saat membela timnya, San Marco Juventina dalam kompetisi kasta keenam Liga Italia, Minggu (15/09/19) waktu setempat. Emir Erananto bermain penuh pada babak pertama.

Melawan Branca 1969 di kandang sendiri, Juventina harus takluk dengan skor 1-3. Tiga gol dari tim tamu dicetak melalui hattrick Luca Belluci. Sementara, Juventina hanya mampu membalas lewat satu gol yang dicetak David Scortecci.

Dilansir dari Indosport, bahwa Emir Eranoto diturunkan sejak awal babak pertama. Namun ketika babak kedua, ia kemudian digantikan oleh rekannya di tim Juventina.

Emir sendiri saat ini sedang menapaki untuk karir profesionalnya di Liga Italia. Sebelumnya, Emir menimba ilmu di ISM Academy Itaia. Tak tanggung-tanggung, Emir pun di akademi tersebut sempat memegang jabatan kapten.

Pada bulan Agustus 2019, ia memutuskan untuk pindah ke klub kasta keenam Liga Italia, San Marco Juventina. Ketika itu usia dari Emir genap berumur 18 tahun.

View this post on Instagram

Minta doa serta dukungan nya semua agar saya diberi kemudahan, kelancaran, serta kesuksesan di musim ini, musim pertama saya bermain di liga Italia (Promozione) bersama San Marco Juventina. Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu merealisasikan mimpi saya untuk bermain di liga Italia. Terima kasih @fruitysoccer , @officialpssi , dan juga San Marco Juventina. Semoga saya bisa membanggakan Indonesia dari Italia 🇮🇩🇮🇹✍🏼

A post shared by Emir Eranoto D (@emireranoto) on Sep 3, 2019 at 7:51pm PDT

Debut perdananya bersama Juventina berjalan cukup memuaskan. Emir dipercaya sebagai starter dan bermain penuh sepanjang laga.

Emir pun turut membantu Juventina memetik satu poin saat bertemu Pontevecchio dengan skor 2-2.

View this post on Instagram

Cristiano Ronaldo menangis usai melihat rekaman wawancara almarhum ayahnya. Wawancara itu dilakukan sebelum Euro 2004 tapi baru kali ini CR7 melihatnya. Bintang Portugal ini menyesal tidak sempat merayakan kesuksesannya bersama sang ayah. 🙏🏻 #CR7 #ronaldo #BolalobFootball

A post shared by Bolalob.com (@bolalobfootball) on Sep 16, 2019 at 7:25am PDT