Berkat restrukturisasi utang, Bakrie & Brothers (BNBR) raup laba

Kontan.co.id Dipublikasikan 10.08, 13/12/2019 • Akhmad Suryahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) per kuartal III 2019 menunjukkan perbaikan. Di periode tersebut, BNBR meraup laba bersih hingga Rp 342,3 miliar.

Padahal, pada periode sama tahun lalu, BNBR masih menelan pil pahit kerugian hingga Rp 1,23 triliun.

*Baca Juga: BRMS jadi saham paling prospektif di Grup Bakrie *

Padahal pendapatan BNBR hanya tumbuh tipis 6% menjadi sebesar Rp 2,47 triliun. Sementara EBITDA BNBR pada kuartal III 2019 naik menjadi Rp 207 miliar. Pada kuartal III 2018, EBITDA BNBR hanya sebesar Rp 50 miliar.

Direktur Bakrie & Brothers Amri Aswono Putro mengatakan, salah satu penyebab BNBR dapat meraup keuntungan pada kuartal III ini adalah menurunnya beban bunga dan keuangan.

Hal ini tidak lepas dari program restrukturisasi utang yang dilakukan BNBR. Tahun ini, restrukturisasi utang BNBR yang sedang dalam proses mencapai Rp 8,49 triliun.

Selain itu, laba juga akibat dari program cost reduction dan efisiensi besar-besaran di tingkat operasional anak-anak usaha.

Melansir dari laporan keuangan BNBR, per kuartal III 2019, beban bunga dan keuangan BNBR sebesar Rp 129,12 miliar. Padahal, pada kuartal III 2018, beban bunga dan keuangan BNBR mencapai Rp 344,63 miliar. Ini berarti, beban bunga dan keuangan pada kuartal III turun hingga 62,53%.

*Baca Juga: Bumi Resources (BUMI) sudah cicil utang ketujuh, pembayaran berikutnya Januari 2020 *

“Karena kami dapat mengonversi utang-utang kami meski belum seluruhnya. Yakni dari utang menjadi komponen modal,” ujar Amri saat Public Expose BNBR di kawasan Kuningan, Jumat (13/12).

Senada, Presiden Direktur Bakrie & Brothers Anindya Bakrie mengamini bahwa pencapaian ini tidak lepas dari program restrukturisasi utang yang dilakukan BNBR.

Di sisi lain, ekuitas BNBR pun telah kembali positif sebesar Rp 2,7 triliun sejak akhir 2018 dan tumbuh 7% menjadi Rp 3,17 triliun pada kuartal III 2019. Anindya menyambut positif perubahan ekuitas ini khususnya untuk pengembangan bisnis BNBR.

*Baca Juga: Volume Penjualan Naik, Pendapatan dan Laba Bersih Bumi Resources (BUMI) Anjlok *

“Ekuitas yang tadinya negatif menjadi positif. Bagaimana kalau dulu kami bisa mengembangkan bisnis jika ekuitasnya saja negatif? Untuk biding di tender proyek saja susah,” terang Anindya.

Meski tidak dapat menyebut angka spesifik, namun Anindya optimistis pendapatan dan laba BNBR akan cemerlang hingga penutupan tahun 2019. Pun begitu dengan proyeksi kinerja pada tahun 2020.

*Baca Juga: Proyek pipa transmisi gas Trans Kalimantan masuk PSN, begini keuntungannya *

“Bisa disampaikan bahwa hingga kuartal IV 2019, trennya tidak jauh berbeda dengan tiga kuartal pada 2019,” ujar Anindya.

 

Artikel Asli