Berita Populer: Erick Thohir Bubarkan 5 Anak Usaha Garuda dan Copot Dirut BNI

kumparan Dipublikasikan 00.16, 21/02 • kumparanBISNIS
Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Menteri BUMN Erick Thohir agaknya masih belum puas membikin kejutan demi kejutan. Dalam 100 hari pertama menjabat, Erick sibuk merombak jajaran petinggi perusahaan pelat merah.

Bahkan dalam satu hari kemarin saja, Erick membuat beberapa kejutan. Mulai dari membubarkan 5 anak cucu usaha Garuda Indonesia, hingga merombak direksi bank-bank BUMN.

Gebrakan Erick ini jadi berita kanal ekonomi dan bisnis yang paling ramai dicari pembaca. Selain itu, berita mengenai uang pensiun PNS bisa mencapai Rp 1 miliar juga masih mengundang rasa penasaran.

Berikut kumparan rangkum 3 berita populer ekonomi bisnis, Kamis (20/2):

Erick Thohir Bubarkan 5 Anak Usaha Garuda Indonesia, Termasuk Tauberes

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut 5 anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) siap dilikuidasi alias dibubarkan. Langkah itu diambil Erick berdasarkan keputusan hasil rapat Direksi dan Komisaris Garuda Indonesia.

Erick mengatakan, keputusan itu diambil pengurus perusahaan karena kelima perusahaan itu tak ada manfaatnya. Daripada membebani keuangan induk usaha, lebih baik dibubarkan.

"Contoh di Garuda ada 5 anak usaha siap dilikuidasi karena sudah (berdasarkan) hasil rapat komisaris dan direksi. Mereka sudah usulkan segera (likuidasi) karena memang enggak ada manfaatnya," kata Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (20/2).

Menteri BUMN Erick Thohir saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Ia tak membeberkan secara detail nama-nama perusahaan itu. Namun salah satu yang ia benarkan adalah PT Garuda Tauberes—cucu usaha Garuda Indonesia di bidang logistik secara digital. "Salah satunya itu (anak usaha yang dibubarkan)," ujar Erick.

Banyaknya anak dan cucu perusahaan ini sempat menjadi sorotan. Para direksi lama Garuda merangkap jabatan komisaris hingga di 8 anak atau cucu perusahaan.

Erick Thohir Copot Dirut BNI

Gebrakan lain Erick Thohir yang membikin ramai pemberitaan adalah perombakan terhadap petinggi bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Miliki Negara (Himbara).

Teranyar, ia mencopot Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Achmad Baiquni. Pencopotan dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahun (RUPST) BNI 2020.

Baiquni digantikan oleh Herry Sidharta yang sebelumnya menjabat Wadirut BNI. Selain Baiquni, beberapa direksi lain yang juga dicopot adalah Ario Bimo, dari jabatannya sebagai Direktur Keuangan. Ario digantikan Sigit Prastowo.

Mantan Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Selain mencopot Baiquni, Erick juga merombak jajaran komisaris. Ia mengganti Ari Kuncoro dengan Agus Martowardojo di kursi Komisaris Utama BNI.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu menggantikan Ari Kuncoro yang kemarin dipercaya menjadi Wakil Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) (BBRI).

Peserta CPNS Pakai Jimat hingga Joki saat Ujian

Berita lainnya yang tak kalah meramaikan kanal ekonomi bisnis adalah wacana mengenai dana pensiun PNS yang bahkan totalnya bisa mencapai Rp 1 miliar. Beberapa hari setelah wacana itu digulirkan MenPAN-RB Tjahjo Kumolo, publik masih dihantui rasa penasaran.

Berita tersebut jadi semakin riuh lantaran Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengungkapkan, dalam pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang sudah digelar di sebagian besar instansi, masih ada peserta CPNS yang kedapatan menggunakan jimat.

“Kemudian tentang jimat, kita geledah jimat itu banyak. Hari gini ngapain masih pakai jimat? Jin juga enggak ngerti komputer,” ujar Bima di Kantor BKN, Kamis (20/2).

Peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Gor Arcamanik, Bandung. Foto: ANTARA FOTO/ M Agung Rajasa

Selain penggunaan jimat itu, ada juga berbagai pelanggaran lain yang terjadi. Setidaknya, kata Bima, sebanyak 32 peserta didiskualifikasi karena melakukan pelanggaran.

Mereka ini didiskualifikasi di antaranya karena ada yang menggunakan joki hingga tak lengkapnya identitas. Bima memberi contoh adanya 5 joki yang ditangkap di Sulawesi Selatan.

“Ada juga joki 5 orang, masih ada joki juga kita menangkap di Sulawesi Selatan, dan kami serahkan kepada pihak kepolisian. Sepertinya ini profesional dengan gadget elektronik yang hebat,” tuturnya.

Agaknya berbagai kebijakan yang memanjakan PNS telah membuat para peserta gelap mata. Berbagai upaya dilakukan demi lulus tahapan seleksi yang tak pernah sepi pelamar ini.

Artikel Asli