Beredar Video Warga Panik karena Air Laut Surut di Bali, Ini Penjelasan BPBD

Kompas.com Dipublikasikan 12.36, 14/11/2019 • Kontributor Bali, Robinson Gamar
BPBD Bali
Gempa Bali Sebabkan Kerusakan Sejumlah Bangunan Milik Warga

DENPASAR, KOMPAS.com - Video berdurasi 23 detik beredar di Bali pasca-gempa yang mengguncang Buleleng, Bali.

Video tersebut menunjukkan kepanikan warga meninggalkan pesisir. Dalam video tersebut juga diinformasikan air laut di sekitar Pengastulan, Kecamatan Seririt, surut.

"Baru saja saya hubungi Camat Seririt Nyoman Riang Pustaka, menegaskan 2 hal, yaitu ridak benar air laut surut dan tidak benar sirine tsunami berbunyi," kata Rentin, Kamis (14/11/2019) malam.

Baca juga: Gempa Bali Terasa sampai Lombok dan Banyuwangi, Ini Penyebabnya

 

Dia menambahkan, saat ini camat Seririt dan Perbekel Pengastulan sedang mengimbau masyarakat agar tetap tenang.

Menurutnya, tombol aktivasi sirine berada di Pusdalops BPBD Bali.

Pihaknya tidak pernah mengaktifkan sirine tersebut karena memang rilis BMKG gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan hanya percaya informasi resmi dari BMKG. Tower sirine tsunami milik BPBD berasal di Desa Sulanyah, bukan di Desa Pengastulan," pungkas Rentin.

Gempa magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Buleleng, Bali, Kamis (14/11/2019). Getarannya terasa sampai ke wilayah Denpasar.

Baca juga: Gempa Bali Sebabkan Kerusakan Sejumlah Bangunan Milik Warga

 

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali melalui siaran pers menyebutkan, gempa bumi terjadi pada pukul 17.09 WIB.

Lokasi gempa berada di 8.16 LS,114.88 BT atau 23 kilometer barat daya Buleleng, Bali. Gempa bumi di bali berpusat pada kedalaman 10 kilometer. Meski demikian, gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Penulis: Kontributor Bali, Robinson GamarEditor: Farid Assifa

Artikel Asli