Beredar Video Dirut Garuda Tak Akan Mundur Jika Tidak Diganti

Liputan6.com Diupdate 09.15, 08/12/2019 • Dipublikasikan 09.15, 08/12/2019 • Ady Anugrahadi
Onderdil Harley Davidson dan Brompton
Petugas Bea Cukai menyiapkan barang bukti pada konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah rekaman video Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara viral di media sosial.

Rekaman menayangkan Ari Askhara yang enggan mundur dari jabatannya sebagai Dirut.

Adalah pemilik akun Twitter @kurawa yang mengunggah pada 6 Desember 2019.

Rekaman berdurasi 45 detik memperlihatkan Ari Askhara sedang menjadi pembicara yang bertuliskan Sharing Session Manajemen-Serikat Pekerja GA.

Ari Askhara mengaku mendengar bahwa dirinya bakal mengundurkan diri pada 15 Desember 2019. Ia menegaskan, tidak akan mengundurkan diri kecuali dibehentikan.

"Oh ya satu lagi tadi saya mendapatkan gosip katanya saya mengundurkan diri tanggal 15 Desember. Saya nyatakan di sini kalau saya ngga akan mundur. Kalau misalnya tidak diganti,” kata Ari Askhara seperti yang dilihat Liputan6.com dari akun tersebut pada, Minggu (8/12/2019).

Sebelumnya menyatakan hal tersebut, Ari sempat menyampaikan beberapa hal ke peserta yang hadir. Salah satunya tentang kesiapan dirinya menerima kritik.

“kritik saya sebanyak banyaknya sebagai manusia biasalah,” ucap dia.

Hingga kini rekaman tersebut telah dibangikan ke 1,1 ribu pengguna twitter dan disukai 1,5 ribu orang.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan belum merespons saat dimintai keterangan terkait video ini. Saat Liputan6.com mencoba konfirmasi melalui pesan whastapp dan telepon langsung, belum mendapat tanggapan dari Ikhsan. 

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir memberhentikan I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia. atas dugaan penyelundupan onderdil Harley Davidson dan dua sepeda Brompton yang didatangkan dari Prancis.

"Saya sebagai Kementerian BUMN, akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia," ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

Atas perbuatan pria kelahiran Jakarta, 13 Oktober 1971 ini, negara telah dirugikan sebesar Rp 532 juta sampai Rp 1,5 miliar.Erick menduga penyelundupan yang dilakukan Dirut Garuda Ari Ashkara dilakukan secara sistemik dengan melibatkan lebih dari satu orang.

"Yang dilakukan ini kan sistemik. Dalam arti, dari dirutnya ada kerjasama ini terus. Bukan Individu. Bahkan pesawatnya aja dipakai, yang notabene, masih dalam tanda kutip, keuangan negara. Masuk ke hanggar. Itu kan sudah skenario," ucap Erick Thohir.

Kendati demikian, pelepasan jabatan Ari Askhara terlebih dahulu menunggu proses RUPS, karena Garuda merupakan salah satu perusahan terbuka.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Asli