Beredar Surat Perintah Penutupan Jalan Keluar-Masuk Jakarta, Ini Kata Polisi

Liputan6.com Dipublikasikan 08.21, 29/03 • Ady Anugrahadi
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus (Liputan6.com/Aditya Prakasa)

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya angkat bicara terkait beredarnya Surat Telegram yang ditujukan kepada Kapolres di Jajaran Polda Metro Jaya.

Dalam Telegram yang ditandatangani Kepala Biro Operasi (Karo ops) Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto itu, memerintahkan Kabagops membuat rencana pengamanan penutupan jalan atau pengalihan arus kendaran yang keluar atau masuk ke Jakarta.

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, telegram itu terkait permintaan data ke masing-masing wilayah karena mau ada rencana latihan simulasi menanggapi situasi sekarang ini.

"Kita latihan simulasi situasi sekarang ini. Jadi kita minta data di masing wilayah, kumpulkan, rapatkan dibikin pelatihan bersama. Jadi besok-besok apa pun yang terjadi kita sudah siap," kata dia saat dihubungi, Minggu (29/3/2020).

Yusri menegaskan, Kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih social distancing atau physical distancing. Tidak ada kebijakan terkait karantina wilayah atau lockdown.

 

Harus Latihan Dulu

"Jakarta belum mengenal karantina. Kalau pemerintah mau laksanakan silakan. Tapi kan kita harus latihan dulu, tidak bisa lockdown," ucap dia.

Artikel Asli