Beredar Kabar Unsoed Purwokerto "Lockdown", Ini Penjelasan Pihak Kampus

Kompas.com Dipublikasikan 08.16, 12/08 • Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain
Dokumentasi unsoed
Unsoed

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Univesitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dikabarkan di-"lockdown" karena ada dosen atau karyawan yang terkonfirmasi virus corona (Covid-19).

Kabar tersebut santer beredar melalui aplikasi pesan singkat dan dari mulut ke mulut sejak, Selasa (11/8/2020).

Kasubbag Humas dan Protokoler Unsoed, Hermawan Prasojo menjelaskan, tidak ada lockdown di kampus tersebut.

Baca juga: Dosen Unsoed Ciptakan Masker Pintar Iron Man, Bisa Deteksi Zona Merah Covid-19

Pihaknya hanya melakukan sterilisasi dan penataan ruangan untuk menambah sirkulasi udara.

"Bahwa sampai hari ini, pukul 10.55 WIB tidak ada dosen atau karyawan Unsoed yang terkonfirmasi positif covid-19," kata Hermawan melalui keterangan tertulis, Rabu (12/8/2020).

Hermawan mengungkapkan, memang ada dosen Unsoed yang keluarganya terkonfirmasi Covid-19.

Keluarga dosen tersebut bekerja di Bank Syariah Mandiri Purwokerto.

Baca juga: 12 Karyawan Terkonfirmasi Covid-19, Bank Syariah Mandiri Purwokerto Tutup 3 Hari

"Yang bersangkutan telah melakukan karantina mandiri dan telah dilakukan pendampingan oleh Tim Pendamping Adaptasi Tatanan Normal Baru Unsoed. Telah dilakukan tes dan sedang menunggu hasilnya," jelas Hermawan.

 

Menurut Hermawan, dosen tersebut selama pandemi juga tidak beraktivitas di kampus, karena perkuliahan dilakukan secara daring.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 12 karyawan Bank Mandiri Syariah Purwokerto, Kabupaten Banyumas dilaporkan terkonfirmasi Covid-19.

Baca juga: Tiga Pastor Keuskupan Purwokerto Sembuh dari Covid-19

Sebanyak 10 di antaranya merupakan warga Kabupaten Banyumas dan dua lainnya warga Kabupaten Purbalingga.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, atas temuan tersebut manajemen bank menutup pelayanan kepada masyarakat selama tiga hari.

Penulis: Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar ZainEditor: Teuku Muhammad Valdy Arief

Artikel Asli