Berawal dari Facebook, Bule Australia Terbang ke Kediri Ajari Bahasa Inggris dan Cat Rumah Duafa

Kompas.com Dipublikasikan 04.02, 09/12/2019 • Rachmawati
Dok.Roty Kediri
Mark saat ikut mengecat pada bedah rumah

KOMPAS.com - Mark Avery (61), warga negara Asutralia terbang ke Kediri, Jawa Timur pada akhir November 2019.

Ia ikut aksi bedah rumah yang digagas Komunitas Roty Kediri. Tanpa kikuk ia menyapukan kuas cat di rumah salah satu  duafa di wilayah Joho, Kecamatan Semen, Kediri.

Kedatangan Mark bukan yang pertama. Pada tahun 2005, ia sempat tinggal di Kediri selama dua tahun untuk menjadi relawan guru Bahasa Inggris.

Program sosial belajar Bahasa Inggris yang diikuti oleh Mark juga digagas Komunitas Roty Kediri.

Mark tinggal di Australia dan menikah dengan Murni, perempuan asal Yogyakarta.

*Baca juga: Cerita Mark Avery, Bule Australia yang Mengecat Rumah Dhuafa di Kediri *

 

Berawal dari facebook

KepadaKompas.com Mark bercerita mengetahui program bedah rumah dari unggahan Komunitas Roty Kediri di grup Facebook.

Selama dua tahun mengikuti grup Facebook tersebut, Mark memutuskan untuk datang ke Kediri.

"Saya ikuti terus (Roty di medsos) dan saya bangga karena mereka mempunyai jiwa sosial yang tinggi," kata Mark saat ditemui sesaat sebelum balik ke Australia, Jumat (6/12/2019).

Sebelum berangkat ke Kediri, Mark mengumpulkan donasi dari kolega dan keluarganya yang tinggal di Australia.

Sumbangan dari kolega dan keluarganya kemudian dibawa ke Kediri untuk disumbangkan.

"Target saya waktu itu bisa bantu bedah 1 rumah. Lalu terkumpul uang Rp 10 juta," kata Mark.

Mark tinggal di Kediri selama tiga hari. Ia tidak hanya terlibat pada renovasi rumah, tapi juga menyalurkan donasi langsung ke rumah warga yang tidak mampu.

Baca juga: Cerita Warga di Palopo yang Baru Ingat Telah Tanam Mortir Saat Gelar Pesta di Rumah

 

Komunitas Roty Kediri

Syam Al-Anshori, salah satu penggagas Roty mengatakan Komunitas Roty adalah komunitas sedekah di Kediri.

Komunitas tersebut menggagas program sosial belajar Bahasa Inggris gratis yang diikuti oleh Mark pada tahun 2005 lalu.

Mereka juga membantu tetangga, orang-orang yang tidak mampu lewat sedekah serta bedah rumah. Rotty kemudian berkembang dengan aksi bedah rumah dan memiliki program Mobil Reaksi Cepat (MRC).

MRC itu memfasilitasi kendaraan dan sopir secara gratis untuk antar jemput berobat bagi pasien tidak mampu.

Baca juga: Cerita Adit, Inisiator Gerakan Nasi Estafet: Semua Orang Membutuhkan Bisa Makan Gratis

Kegiatan yang dilakukan Komunitas Roty rutin diunggah di media sosial mereka.

Syam Al-Anshori mengatakan partisipasi Mark di program Komunitas Roty diapresiasi oleh para anggota.

Ia mengatakan apa yang dilakukan Mark menunjukkan bahwa siapapun bisa terlibat dalam kegiatan sosial.

"Semakin banyak tangan yang membantu semakin ringan beban saudara kita yang tidak mampu," ujar Syam.

Baca juga: Cerita Satu Keluarga Selamat dari Bencana Tanah Longsor di Sukabumi, Sang anak Sempat Tertimpa Dinding Rumah

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: M Agus Fauzul Hakim | Editor: Robertus Belarminus)

Editor: Rachmawati

Artikel Asli